Skip to content

Kisah Operator Layanan SMS

17 June, 2010
sms

Ilustrasi : sman2-tsm.sch.id

Belum punya pacar?
Butuh teman curhat?
Butuh duit gajian bulanan?
Butuh tatto di tubuhmu?
Pengen jalan-jalan ke luar negeri?
Pengen motor?
Pengen kencan sama aku?
Pengen jadi orang kaya?
Mau game baru?
Mau rbt keren?
Pengen, butuh, mau atau apalah namanya…

Caranya mudah, cukup ketik:
REG_Nama kamu_ON

Kirim ke 8988
… …

Aku adalah seorang operator SMS langganan
Kebetulan perusahaan dimana aku bekerja saat ini membuka layanan curhat
Banyak orang-orang menyedihkan, kesepian
Ada juga orang-orang putus asa
Jenis-jenis mereka yang selalu mendaftar layanan ini

Kerjaku cukup mudah
Melihat sms yang masuk di layar monitor
Membaca, kadang tertawa, lalu membalasnya
Membalasnya, sesuai pola-pola yang ada
Kebetulan aku lulusan sarjana sastra
Jadi dengan mudah aku merangkai kata-kata indah
Mengirimkan balasan, membuat hati mereka senang
Itulah pekerjaanku sehari-hari

Suatu hari aku menerima sebuah sms
Dari seorang wanita
Namanya harus aku rahasiakan
Karena ini menyangkut hak pribadi seseorang
Dia adalah wanita yang baik
Dari gaya berbahasanya aku tahu dia wanita yang pintar
Wanita terpelajar tentunya

Aku pikir ini tugas yang berat
Karena aku harus berhati-hati merangkai kata-kata
Dia bukan seperti orang-orang bodoh kebanyakan
Yang begitu mudah percaya dengan kata-kata indahku
Dia pintar, dan dia tidak terlalu suka dengan bahasa-bahasa yang lebai
Mungkin begitulah istilahnya

Setiap menerima sms dari dia
Jantungku berdegup kencang
Otakku diperas
Memikirkan kalimat terbaik yang harus ditulis
Hah…pekerjaan ini menjadi sulit sekarang
Padahal dulu, sangat mudah
Hanya tinggal memasukkan template yang sudah ada
Semua berubah sekarang
Sangat sulit

Entah kenapa wanita itu begitu percaya pada layanan ini
Padahal dia tahu ini hanya sebuah layanan sms
Yang akan mengeruk uangnya tentunya
Padahal aku dan dia tak pernah bertemu
Hanya ada aku duduk di depan monitor
Dan dia dengan handphonenya

Aku selalu berusaha membalas smsnya dengan kata-kata biasa
Tidak yang indah-indah
Tidak yang lebai-lebai
Tidak yang mendayu-dayu
Aku membalas sesuai dengan apa yang kupikirkan
Jujur, tidak dibuat-buat
Mungkin karena dia berbeda
Mungkin sedikit berbeda di hati
Karena tiba-tiba aku menjadi suka padanya
Dan aku selalu menunggu smsnya masuk
24 jam, kadang hingga aku tidak tidur
Akhirnya aku dan dia saling percaya
Ini bukan hanya sebuah layanan sms lagi
Ini berbeda

Rupanya kejadian ini diketahui oleh atasanku
Atasanku sering melihat aku senyum-senyum sendiri
Padahal tersenyum adalah hal yang dilarang di perusahaan ini
Semua pekerja harus bekerja keras
Tak boleh senyum-senyum
Tak boleh ada perasaan
Namun aku terus melanjutkan kebiasaanku dengan wanita itu
Menerima smsnya, lalu membalasnya

Sampai pada suatu hari
Atasanku kesal dan marah melihatku

TAK ADA PERASAAN PRIBADI DALAM LAYANAN INI
KALIAN ADALAH ROBOT, MESIN SMS
KALIAN MENGERTI!!!!!

Akhirnya aku dipecat dari perusahaan itu
Aku tak dapat lagi membalas sms wanita itu
Aku meridukan sms-sms yang masuk
Yang menemani tugasku sebagai sebuah mesin
Sebuah robot

Wanita itu akhirnya menemukan seorang pria lain
Tampan, pintar, seorang pemimpin yang baik
Ayah yang baik
Akhirnya wanita itu tak kesepian lagi
Hingga dia lupa bahwa aku masih menunggu sms darinya

Sedangkan aku, yang hanya lulusan sarjana sastra
Tidak tahu harus kemana
Hingga aku akhirnya memutuskan menjadi seorang penulis
Mengisi hariku dengan menulis
Aku tengah menulis sebuah buku, judulnya
“Aku Telah Kalah: Manusia Tanpa Rasa”

Sementara itu di perusahaan layanan sms semuanya berubah
Kini tugasku digantikan oleh sebuah komputer canggih
Buatan Amerika
Dengan software yang lebih pintar
Melebihi kepintaranku tentunya
Komputer ini sangat hebat
Namun sayang dia tak memiliki perasaan
Dapat membalas ribuan sms dalam waktu satu menit
Tapi semuanya hanya kata-kata tanpa rasa
Akhirnya perusahaan itu memilih menggunakan komputer
Semua karyawan dipecat
Komputer-komputer itu mendatangkan keuntungan besar
Karena kini banyak sekali pelanggan yang mendaftar

Semuanya digantikan mesin
Manusia hanya duduk di emperan toko
Menengadah tangan
Meminta uang kepada komputer-komputer
Karena mereka telah menguasai dunia!

50 tahun kemudian…

Telah ditemukan sebuah komputer canggih
Kepintarannya sejuta kali labih pintar dari manusia
Kini komputer juga telah memiliki perasaan
Sedih, marah, senang, cinta…

Hahahaha…manusia akhirnya punah!

Aku duduk di sebuah kursi goyang
Di rumahku, di sebuah lereng gunung
Aku sibuk membalas sms yang masuk

Wanita itu menjadi tua pula
Ditangannya tergenggam sebuah handphone
Dia masih suka mengirimkan sms-smsnya
Ya…sejak suaminya meninggal 10 tahun yang lalu
Akibat stress karena dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja

Padahal aku sudah tua renta
Kami sudah tua renta
Seperti merasakan muda kembali
Tapi itulah perasaan manusia
Tidak sama seperti perasaan sebuah komputer
Andai Komputer benar-benar punya rasa….
(Kami tidak pernah bertemu selama 50 tahun ini)

Maftuh Ihsan, Mantan Ketua SAMAN UI 2007/2008
Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya – Universitas Indonesia

One Comment leave one →
  1. 18 June, 2010 13:54

    Terima kasih atas informasinya

    Silahkan kunjungi web kami tentang pendidikan :
    http://www.unand.ac.id/arsipua
    http://www.unand.ac.id/arsipua/sc
    http://www.unand.ac.id/arsipua/pnl
    http://www.unand.ac.id/arsipua/abstrak

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: