Skip to content

Kontingen O2SN Abdya Protes

21 June, 2010

Kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Aceh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), melancarkan protes terhadap panitia yang memberitakan di media massa, bahwa juara umum hanya diraih Kota Langsa. Padahal, dalam acara penutupan O2SN di Wisma Bintara Pineung, Banda Aceh, Rabu (16/6) lalu, panitia telah memutuskan bahwa, juara umum O2SN III tahun 2010 direbut bersama Kota Langsa dan Kabupaten Abdya. Ketua Kontingen O2SN Abdya Raipin, didampingi ofisial Hazmi, yang mendatangi Kantor Perwakilan Harian Serambi Indonesia Blangpidie, menyatakan, setelah membaca berita soal juara umum O2SN yang dilansir harian ini edisi Sabtu (19/6), pihaknya tersentak dan malu. “Kami sangat malu. Pasalnya, Bupati telah menyambut kami selaku juara umum bersama Kota Langsa, dalam acara yang cukup meriah,” ungkap Hazmi.

Raipin menerangkan, pada acara penutupan O2SN di Wisma Bentara Pineung Banda Aceh, Rabu lalu, pihak panitia provinsi memang sempat mengumumkan Kota Langsa keluar sebagai juara umum. Tapi pada saat itu juga, Kontingen Abdya melancarkan protes. Alasannya, jumlah perolehan medali emas, perak, dan perunggu yang diraih Kontingen Abdya dan Kota Langsa persis sama, yaitu masing-masing 3 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Protes yang dilancarkan pihaknya saat itu, sebut Raipin, diterima panitia yang lantas memperbaiki keputusannya, dengan menyatakan juara umum O2SN jatuh kepada Kota Langsa dan Kabupaten Abdya. “Trofi juara umum pun diberikan kepada kedua kontingen yakni, Kontingen Kota Langsa dan Kotingen Kabupaten Abdya,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, keputusan Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang diteken Kabid Pendidikan Prasekolah, Dasar, dan Lanjutan, As’ari SPd MPd, juga diperbaiki, dimana juara umum disebutkan diraih bersama Kota Langsa dan Kabupaten Abdya. “Tapi kenyataannya, kami kecewa kepada panitia karena hanya memberitakan Langsa Juara umum,” ucap Raipin. Dibeberkannya, perolehan medali Kontingen Abdya pada O2SN tahun 2010 tersebut, adalah tiga medali emas yang masing-masing disumbangkan T Akbar Maula (cabang bulutangkis putra), Alfazian (senam putra), dan emas bergengsi dari cabang sepakbola. Dua perak masing-masing direbut Ali Akbar (tenis meja putra) dan Anisa Purwanto (catur putri), serta 2 medali perunggu atas nama Asnawati (atletik putri) dan Syarifah Husnul Khatimah (senam lantai putri). “Jadi, perolehan medali yang diperoleh Abdya sama dengan diperoleh Langsa,” sergahnya.

Atas prestasi gemilang itu, imbuh Hazmi, Pemkab Abdya sangat gembira. Terbukti, ketika kembali, Kamis (17/8) lalu, kotingen disambut langsung oleh Bupati Akmal Ibrahim SH bersama Kadis Pendidikan Mahyuli SPd di halaman kantor bupati setempat. “Sanking gembiranya, saat itu Bupati Akmal Ibrahim langsung menyerahkan bonus pembinaan sebanyak Rp 20 juta yang diterima ketua kontingen dalam acara penyambutan,” ujarnya. “Tapi, sekarang kami justru menjadi malu, karena yang diberitakan hanya Langsa sebagai juara umum,” keluhnya.

Klarifikasi
Sementara itu, Kabid Pendidikan Prasekolah, Dasar dan Lanjutan Dinas Pendidikan Aceh, As’ari SPd MPd dihubungi Serambi via telepon, Sabtu (19/6), membenarkan kalau juara umum O2SN se-Aceh tahun 2010 jatuh kepada Kontingen Kota Langsa dan Kabupaten Abdya. “Keputusan tersebut merupakan jalan tengah setelah muncul protes dari Kontingen Abdya,” katanya. “Untuk itu, kita akan klarifikasi soal juara umum bersama ini pada acara pembukaan O2SN tingkat SMP se-Aceh, Minggu (20/6),” demikian As’ari. | serambinews

3 Comments leave one →
  1. 21 June, 2010 15:26

    makasih beritanya….

    sangat membantu…

    salam hangat…

  2. cincau permalink
    30 June, 2010 23:51

    Menanggapi berita tentang juara umum O2SN III 2010 Tingkat sekolah Dasar, tidak sewajarnya kontingen Abdya menlancarkan protes tetapi justru seharusnya kepada kontingen Abdya dikenakan sanksi. Kenapa saya berani mengatakan seperti ini ? karena dalam event tersebut terbukti beberapa atlet dari Abdya melakukan manipulasi data, terdapat berberapa atlet yang sudah tamat pada tahun ajaran ini masih juga diturunkan padahal itu sudah menyalahi salah satu persyaratan yang ditentukan dimana siswa harus masih duduk dibangku SD. Beberapa diantara atlet yang dimanipulasi datanya itu berhasil menjadi juara satu seperti cabang bulu tangkis putra dan cabang senam putra, dll.
    Sangat kita sayangkan pihak panitia juga tidak tegas dalam menaggapi hal ini, sehingga sportivitas dan fair play seperti yang diucapkan oleh ketua pelaksana O2SN bapak As’ari pada acara pembukaan adalah berbanding terbalik dengan pelaksanaan di lapangan. terimakasih

  3. 3 December, 2010 16:01

    mantap postingannya gan….
    salam kenal ya……..

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: