Skip to content

300 Siswa di Aceh Timur Terancam Putus Sekolah

11 July, 2010
putus sekolah

Foto: Kompas.com

Sekitar 300 anak berumur 13-18 tahun atau usia sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, mengalami putus sekolah.

Pasalnya setelah lulus sekolah dasar (SD) mereka tidak bisa melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi karena tidak ada lembaga pendidikan setingkat SMP dan SMA di daerah itu. Di kawasan desa pedalaman pinggiran hutan yang terisolasi itu hanya memiliki SD dengan fasilitas alat bantu pendidikan sangat terbatas. Untuk menuju lokasi SD tersebut para siswa setiap hari harus jalan kaki sekitar 1-3,5 km.

Adapun lokasi sekolah SMP berjarak 30 km dari Desa Blang Seunong, yakni berada di Kawasan Ale Ie Mirah, dan satu lagi berjarak 65 km di Lhok Nibong, ibukota Kecamatan Pante Bidari. “Akibat kondisi jalan tidak bagus, arus tranportasi pun tidak lancar. Untuk menuju pusat kecamatan di Lhok Nibong, menghabiskan waktu lebih satu jamâ.” kata Abdullah, tokoh masyarakat Blang Seunong, Sabtu (10/7).

Ironisnya kata Abdullah, sudah menjelang 67 tahun Negara Indonesia merdeka, tapi kehidupan waraga di kampungnya tidak jauh berbeda dibandingkan zaman kolonial. Bahkan banyak hasil perkebunan, palawija, dan sayur-sayuran sangat sulit diangkut ke luar daerah karean kondisi jalan sangat parah. “Kapan anak-anak kami mendapat pendidikan layaknya orang terpelajar dan bagaimana kemiskinan kami cepat berakhir?”.

Kepala Desa Blang Seunong, Ali Amri mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melaporkan kondisi wilayahnya ke pemerintah, tapi hingga sekarang tidak ada realisasinya. Bahkan persolan tersebut pernah disampaikan kepada angota Dewan Perwalikan Daerah asal Aceh, yaitu Tgk Abdurrahman BTM, Farhan Hamid, dan T Bahrum Manyak tetapi sampai kini belum ada kelanjutan. | mediaindonesia

One Comment leave one →
  1. 27 July, 2012 09:12

    Salam kenal dan salam persaudaraan. Sungguh ironis sekali. Sudah setengah abad lebih kemerdekaan ternyata masih ada yang tidak bisa mengenyam pendidikan SMP-SMA dengan lancar. Ibu Kita Kartini pasti menangis apabila melihat keadaan ini. Tolong dong pemerintahan Bupati/Walikota Aceh Timur lebih mengutamakan kelanjutan pendidikan warganya, mereka adalah penerus kota Aceh Timur. Jangan memikirkan diri sendiri, pikirkanlah mereka bagaimana supaya memiliki gedung sekolah yang memadai dan menunjang untuk bisa belajar lancar. Kalau ada waktu silahkan berkunjung ke: OBYEKTIF.COM trims atensinya.

    Salam kompak:
    Obyektif Cyber Magazine
    (obyektif.com)

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: