Skip to content

Gubernur Usulkan Porprov Aceh Jadi PORA

26 July, 2010

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengusulkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Aceh disederhanakan menjadi Pekan Olahraga Aceh (PORA), sehingga memiliki kekhususan tersendiri dibandingkan daerah lain.

“Kita memiliki kekhususan tentang pemerintahan dan aspek sosial lainnya termasuk olahraga. Karenanya agar lebih mudah dan speksifik, maka ke depan nama Porprov lebih disederhanakan menjadi PORA,” katanya saat menutup Porprov XI Aceh di Bireuen, Kabupaten Bireuen, Senin.

Penutupan Porprov XI yang berlangsung sejak 16 Juli 2010 tersebut turut dihadiri Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Erfi Triassunu, mewakili Kapolda Aceh Kombes Pol Ilsaruddin, Bupati Bireuen Nurdin AR, anggota DPRA dan pejabat setempat serta ratusan pelajar.

Gubernur Irwandi menyatakan, penyederhanaan singkatan itu penting bagi penyuksesan kegiatan olahraga tingkat provinsi di masa mendatang.

Dipihak lain Irwandi juga minta agar KONI dan atlet dari berbagai cabang agar mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan olahraga Aceh di masa mendatang, baik tingkat nasional maupun internasional.

“Saya memberi tugas kepada KONI dan Pengprov cabang-cabang olahraga terus membina para atlet yang meraih prestasi di Porprov untuk menghadapi kejuaraan nasional dan pra PON 2012 di Porvinsi Riau,” katanya.

Ia berharap agar pada PON mendatang Aceh bisa meloloskan atlet sebanyak-banyaknya dan bisa meraih medali, sehingga peringkat daerah ini bisa lebih baik dibandingkan PON sebelumnya.

Selain itu, Irwandi juga menyatakan, dunia olahraga tidak hanya dipandang sebagai olah fisik dan pikir tapi juga telah berkontribusi bagi penguatan silaturrahmi khususnya antar atlet dan umumnya masyarakat antarwilayah di provinsi ini.

Irwandi juga mengharapkan agar stadion Cot Gapu di Bireuen dapat diberi nama “stadion Gerumut”. Gerumut merupakan salah satu tokoh olahraga asal kabupaten tersebut.

Pemerintahan Aceh memberi dukungan anggaran untuk suksesnya Porprov dengan nilai Rp26 miliar dari APBA.

Untuk itu, ia berharap pelaksanaan Porprov ke depan agar lebih baik dan tidak meninggalkan berbagai masalah setelah ajang pesta olahraga selesai.

Sementara itu, Bupati Bireuen Nurdin AR menyampaikan maaf kepada para kontingen apabila ada kekurangan terhadap pelayanan selama pelaksanaan Porprov.

Ia mengakui, pelaksanaan pesta olahraga terbesar di Aceh selama 10 hari ini terdapat kekurangan di sana-sini, mengingat jumlah peserta mencapai 7.000 orang lebih.

Diharapkan kelemahan panitia pelaksana akan menjadi pelajaran, sehingga apabila Kabupaten Bireuen ditunjuk kembali menjadi tuan rumah bisa memperbaikinya.

Ia juga menyatakan, pelaksanaan Porprov ternyata memberi pengaruh positif terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Bireuen, dimana selama 10 hari telah terjadi perputaran uang sedikitnya Rp2,5 miliar. | beritasore

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: