Skip to content

Dana Otonomi Khusus Aceh Meningkat

20 August, 2010

Alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) yang diberikan pemerintah pusat untuk Aceh pada 2011 mendatang mencapai Rp4,4 triliun atau meningkat Rp600 miliar dibandingkan dengan penerimaan pada 2010 sebesar Rp3,8 triliun.

Meningkatnya dana Otsus Aceh ini disebabkan bertambahnya APBN tahun 2011 yang melebihi Rp1.000 triliun. Sementara besaran dana Otsus yang diterima Aceh adalah sebesar 2 persen dana alokasi umum (DAU) nasional. Selain Aceh, dana Otsus yang diterima Provinsi Papua sebesar Rp3,1 triliun dan Provinsi Papua Barat Rp1,3 triliun.

Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muhammad Nazar menyatakan, dana Otsus 2011 bagi Aceh yang direncanakan senilai Rp4,43 triliun akan dimanfaatkan dalam pembangunan, khususnya kelanjutan pembangunan infrastruktur yang belum selesai.

Menurutnya, dana Otsus merupakan dana yang sudah formulatif. Artinya, bila Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meningkat maka dana tersebut juga ikut naik. Ini berbeda dengan perhitungan minyak dan gas (migas).

“Indikator Otsus adalah 2 persen dari nilai total Dana Alokasi Umum (DAU). Karena trend APBN naik, maka Otsus juga meningkat,” ujar Muhammad Nazar kepada wartawan, Rabu (18/8).

Dikatakan, APBN tahun 2011 meningkat, yakni lebih dari Rp1000 triliun. Jadi, 25 persen dari angka tersebut akan dianggarkan untuk DAU. Untuk Dana Otsus Aceh, kata Nazar, tentunya akan digunakan untuk pembangunan perekonomian Aceh.

Pembangunan Infrastruktur

“Dana sebanyak Rp4,43 triliun itu akan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur yang belum rampung. Akan tetapi, pendanaan di sektor pendidikan akan berjalan seperti biasanya,” kata Wagub.

Nazar mengungkapkan, pemerintah menginginkan adanya industrialisasi di sektor pertanian pada masa akan datang. “Kita ingin adanya arah untuk industrilisasi pertanian agar sektor itu dapat menjadi bisnis utama bagi para petani. Dengan begitu, pertanian adalah pekerjaan utama petani dan bukan lagi pekerjaan sampingan. Jika itu terwujud, maka para petani akan lebih memungkinkan untuk menjadi sejahtera,” jelas Nazar.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, meningkatnya alokasi dana Otsus ini, merupakan komitmen dan tekad pemerintah pada upaya percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Aceh, Papua, dan Papua Barat.

“Saya berharap dana Otonomi Khusus itu dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengatasi ketertinggalan dalam pemenuhan pelayanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan ekonomi rakyat. Namun, saya juga meminta dilaksanakan pengawasan lebih efektif dalam penmgunaan dana Otsus tersebut,” ujar Presiden.

Anggota Forum Bersama (Forbes) DPR/DPD RI asal Aceh, Dr Ahmad Farhan Hamid menyatakan, Pemerintah Provinsi Aceh diharapkan membuat perencanaan khusus sebagaimana digariskan Pasal 183 UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UU-PA), yang menyatakan bahwa dana tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, serta pendanaan pendidikan, sosial, dan kesehatan. terjadinya peningkatan alokasi dana Otsus Aceh.

Saya kira, fokuskan dulu pada infrastruktur irigasi, jalan dan jembatan, dan yang terkait dengan pendidikan, kesehatan, sosial, dan pengentasan kemiskinan. Dana yang masuk sangat signifikan. Kalau tidak ada perencanaan, maka dana itu akan menguap tanpa bekas,” kata Wakil Ketua MPR RI itu. | analisadaily

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: