Skip to content

Butuh Waktu Tingkatkan Mutu Pendidikan Aceh

4 September, 2010
Ilustrasi

Ilustrasi: julyan.co.cc

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menyatakan, dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan Aceh yang hingga kini masih terpuruk akibat berbagai masalah, dibutuhkan butuh waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.

“Membangun pendidikan, tidak semudah membali telapak tangan. Maju mundurnya pendidikan di Aceh, juga tidak terlepas dari berbagai tantangan yang kita hadapi selama beberapa dekade terakhir seperti konflik dan juga tsunami,” ujar Irwandi Yusuf kepada wartawan, usai upacara peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-51, Kamis (2/9) pagi di halaman Kantor Gubernur Aceh.

Menurutnya, saat ini Aceh sedang dalam proses bangun dan bangkit kembali dari keterpurukan selama puluhan tahun. Jadi, tidak adil jika terlalu berharap banyak wajah pendidikan Aceh menjadi semacam pendidikan di negara maju.

“Kita kerusakan infrastruktur cukup parah, terutama para pendidiknya banyak yang hilang. Namun demikian, kita tidak boleh berlama-lama larut dalam episode sejarah kelam masa lalu,” terangnya.

Ditambahkan, Pemerintah Aceh akan terus melakukan berbagai upaya maksimal dalam membangun dan membenahi mutu pendidikan. Upaya ini harus didukung beberapa faktor, yaitu infrastruktur pendidikan dan alat-alat kelengkapan, tenaga pengajarnya, kecukupan gizi bagi anak peserta didik.

Dalam meningkatkan mutu pendidikan di Aceh juga diperlukan dukungan dan partispasi masyarakat secara total. Mengharapkan dana pemerintah semata tidak akan cukup untuk mendesain lulusan sekolah berkualitas.

Dibangun Kembali
Untuk infrastruktur pendidikan yang rusak di Aceh, pasca tsunami dengan dukungan pemerintah, bantuan asing dan lembaga donor telah berhasil dibangun kembali, sehingga kondisinya sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh juga terus memaksimalkan pelayanan dan meningkatkan kualitas guru-guru melalui berbagai motede. Selain itu juga penyediaan beasiswa untuk anak yatim dan fakir miskin juga merupakan salh satu upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.

Bagi anak-anak yang memiliki indeks kecakapan yang tinggi, Pemerintah Aceh melalui Komisi Beasiswa memberikan kesempatan yang luas untuk bisa mwelanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi berkualitas di dalam maupun luar negeri.

“Kami telah mengalokasikan dana beasiswa bagi anak Aceh dalam APBA tahun 2010 Rp310 miliar, sedangkan untuk peningkatan kesejahteraan guru di Aceh, tahun ini dialokasikan sebesar Rp170,4 miliar. Jumlah ini memang belum begitu besar, tetapi jika dibandingkan daerah lain di tanah air dalam meningkatkan kesejahteraan guru, ini sudah termasuk sebuah lompatan besar,” ungkapnya.

Pada bagian lain, Irwandi yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Bakhtiar Ishak, pendidikan tinggi di Aceh juga diharapkan dari hari ke hari semakin berkualitas. Untuk mendukung harapan ini, Pemerintah Aceh telah mengalokasikan dana dalam tahun ini sebesar Rp41,149 miliar.

Karenanya, kepada penyelenggara perguruan tinggi, terutama pihak perguruan tinggi swasta, kami himbau agar mengedepankan aspek kualitas dalam penyelenggaraan pendidikan dengan mengedepankan output yang berorientasi kemandirian dan kompetitif. | analisadaily

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: