Skip to content

WNA Wajib Berbahasa Indonesia

5 November, 2010
bahasa indonesia

Ilustrasi: devalove.wordpress.com

Pemerintah akan mewajibkan warga negara asing (WNA) yang ingin belajar, bekerja, atau menetap di Indonesia untuk bisa berbahasa Indonesia. Kemampuan itu harus dibuktikan dengan sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

Kepala Bidang Pembinaan Pusat Bahasa Mustakim mengatakan, ketentuan wajib ini masih dalam tahap pembahasan yang rencananya dituangkan dalam bentuk peraturan presiden.

“Ketentuan ini merupakan timbal balik dari aturan yang diterapkan banyak negara di dunia yang harus menguasai bahasa nasionalnya bila ingin menempuh pendidikan atau bekerja di negara tersebut,” kata Mustakim usai pembukaan Simposium Internasional Perencanaan Bahasa yang diselenggarakan 2–4 November, di Jakarta, Selasa (2/11).

Selain itu, ketentuan ini merupakan implementasi UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan Indonesia. UU ini mengamanatkan perlunya menginternasionalkan bahasa Indonesia.

Untuk itu, sistemnya akan diterapkan seperti TOEFL. Akan ada penilaian kemampuan berbahasa Indonesia, sesuai dengan tujuan belajar, bekerja, atau untuk menetap. Nilai untuk belajar dan bekerja akan lebih tinggi dibandingkan hanya untuk menetap. Selain itu, WNA yang akan bekerja di Indonesia harus benar-benar memahami bahasa Indonesia atau peristilahan dalam bidang kerja yang ditekuni.

Dalam kaitan penguasaan bahasa negara setempat, ASEAN juga berencana menerapkan Paspor Bahasa. Paspor Bahasa adalah kewajiban setiap orang di negara ASEAN bila ingin menempuh pendidikan, bekerja atau bermukim dalam waktu lama di negara anggota ASEAN.

Diakuinya, pembahasan ini masih panjang, kemungkinan akan dimulai tahun 2011. Rencananya, hal ini bisa diterapkan mulai 2015.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Joko santoso menyampaikan perlunya kebijakan nasional tentang perencanaan bahasa untuk meningkatkan kedudukan dan fungsi bahasa kebangsaan agar mampu mengungkapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang semakin meningkat.

“Era global dan perdagangan bebas tidak hanya menuntut bahasa sebagai wahana komunikasi global, tetapi juga membentuk dunia menjadi masyarakat yang majemuk dari segi bahasa dan budayanya,” katanya.

Simposium dihadiri Pakar Perencanaan Bahasa Indonesia Prof Dr Emeritus Anton M Moeliono, Senior Research Fellow Universitas Leed Inggris Hywel Coleman, Director SIL Asia, LEAD/Language, Education, and Development Dr Carl Grove, Dr Allan F.Lauder dari Universitas Indonesia, dan Director of Jawaharlal Nehru Indian, Cultural Centre, India M K Sing. | hariansib

One Comment leave one →
  1. 19 November, 2010 00:36

    WNI wajib menguasai bahasa ibu….

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: