Skip to content

Garis Pantai Aceh Semakin Menyusut

19 November, 2010

Koalisi untuk Advokasi Laut Aceh (KuALA), lembaga pemerhati kelautan dan masyarakat pesisir, memperkirakan garis pantai di Provinsi Aceh terus menyusut menyusul tingginya tingkat abrasi yang terjadi di daerah itu.

“Kami mencatat garis pantai di Provinsi Aceh terus mundur hingga puluhan meter sejak 10 tahun terakhir,” kata Koordinator KuALA Arifsyah M Nasution di Banda Aceh, Jumat (19/11).

Selain itu, ia juga memperkirakan garis pantai Aceh akan terus mundur dalam rentang waktu 15 tahun mendatang. Penyusutannya berkisar 10 hingga 70 meter. Menurut dia, garis pantai di pesisir barat selatan Provinsi Aceh diperkirakan mundur antara 20 hingga 70 meter, sedangkan pesisir utara dan timur diproyeksikan mengalami penyusutan daratan antara 10% hingga 50%.

“Tingginya penyusutan pantai di pesisir barat selatan karena daratan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, dikenal kekuatan ombaknya yang dahsyat,” katanya.

Selain itu, kata dia, kian mundurnya luas daratan di kawasan barat selatan juga dipengaruhi rusaknya pertahanan pantai akibat dihantam tsunami 26 Desember 2004. Sedangkan penyusutan garis pantai di pesisir utara dan timur Provinsi Aceh lebih banyak disebabkan rusaknya hutan bakau akibat penebangan yang tidak terkontrol.

“Seperti di pesisir Kabupaten Aceh Tamiang saja terjadi penyusutan antara satu hingga tiga kilometer sejak tiga dekade terakhir. Ini terjadi karena kerusakan hutan mangrove,” sebutnya.

Oleh karena itu, kata dia, KuALA memperkirakan hampir seluruh garis pantai di Aceh saat ini tidak stabil, baik karena pengaruh gempa tsunami 2004 maupun kerusakan ekosistem pantai serta penataan ruang yang tidak berkelanjutan.

Kecuali itu, kata dia, anomali musim juga memicu cuaca ekstrem, sehingga daya terjang ombak dan kekuatan arus laut meningkat. Penyebab lainnya akibat pembangunan tanggul, pertambangan pesisir dan eksploitasi migas lepas pantai.

“Tata ruang pembangunan juga mempengaruhi tingginya tingkat abrasi ini. Misalnya reklamasi pantai dan pembangunan tanggul yang menyebabkan terjadinya perubahan arus,” ungkap Arifsyah M Nasution. | mediaindonesia

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: