Skip to content

UI Gelar Festival Kuliner di Balairung

3 December, 2010
Festival Kuliner UI

Poster Festival Kuliner Indonesia/Sumber: kuliner.org

Universitas Indonesia (UI) kemarin menggelar Festival Kuliner Indonesia 2010 di Balairung UI. Festival digelar hingga 4 Desember 2010 besok.

Rektor UI Gumilar Rusliwa Soemantri mengatakan, festival tersebut hendaknya dijadikan momentum untuk menggalakkan makanan khas Indonesia, yang beraneka ragam dan bercitarasa tinggi serta sehat.

Tak hanya itu, lanjut Gumilar, festival itu juga merupakan momentum untuk menggalakkan karbohidrat yang terkandung dalam pangan lainnya selain nasi. Warga perlu tahu bahwa banyak sumber karbohidrat selain beras, yaitu ketela, singkong, dan talas.

Dengan adanya festival tersebut, warga juga diajak untuk membiasakan diri menggunakan zat pewarna, pengawet, dan perasa alami, dengan memanfaatkan daun pandan untuk warna hijau, warna merah dengan pucuk jati, dan kunyit untuk warna oranye.

“Perlu kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk menggalakan makanan lokal. UI sendiri telah mendirikan institut yang mengkaji keberlangsungan masa depan pangan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Isma’il yang hadir dalam pembukaan festival itu mengatakan, untuk menggaungkan makanan Indonesia di dunia internasional tidak perlu membuat makanan yang unik. Tapi hal itu bisa dilakukan dengan cara pengemasan dan pemasaran yang baik.

“Di Indonesia itu ada kopi luar negeri yang dijual di mal. Peminatnya banyak, padahal rasanya sama dengan kopi tubruk di warung kopi. Biji kopinya bisa jadi dari Indonesia,” kata Nur Mahmudi.

Ketua Indonesia Chef Associaton, Hendri Syamsul, menilai maraknya makanan luar negeri yang menjamur di Indonesia lebih disebabkan faktor bisnis ketimbang cita rasa.

“Festival ini juga untuk membuktikan bahwa Indonesia memiliki juru masak yang andal dan kualitasnya tak kalah dengan juru masak luar negeri,” ujarnya.

Karena itu, kata Hendri, jika masyarakat Indonesia menjadikan masakan Indonesia sebagai tuan rumah di rumah sendiri, maka Indonesia tak membutuhkan wisatawan asing untuk mencicipi makanan mereka di Indonesia.

Ratna, pelaku UKM dari Rangkapan Jaya, Cipayung, mengaku senang dan sangat mendukung digelarnya festival tersebut. Menurutnya, melalui festival itu kekayaan pertanian Depok seperti olahan belimbing Depok bisa dipromosikan dan dikenal kalangan luas. Festival Kuliner Indonesia 2010 diikuti oleh 52 peserta. | kompas

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: