Skip to content

Ulama Harus Sarjana

6 January, 2011
Alkhawarizmi

Ilustrasi: bisnisgontorclub.com

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, Perguruan Tinggi Agama Islam memiliki ciri yang membedakan dengan perguruan tinggi umum, yaitu misi untuk mencetak sarjana yang ulama dan ulama yang sarjana. Perguruan Tinggi Agama Islam tak boleh berdiri sebagai menara gading.

Suryadharma lebih lanjut mengatakan, sejak diberlakukan UU Sistem Pendidikan Nasional, perguruan tinggi Islam mendapat pengakuan sama. Tetapi, perguruan tinggi Islam harus berupaya memelihara dan menghidupkan etos tradisi intelektualisme Islam di Indonesia yang dirintis para pendahulunya.

“Universitas Islam Negeri (UIN) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dari segi status kini sejajar dengan perguruan tinggi lain, tapi keduanya punya misi berbeda, yaitu mencetak sarjana yang ulama dan sebaliknya,” ujar Suryadharma saat pelantikan Rektor UIN, IAIN dan para kepala Kanwil Kementerian Agama di Jakarta, Kamis (6/1/2011).

Kendati UIN mengembangkan fakultas dan program studi umum, lanjut Menag, karakter pendidikan tinggi keagamaan harus tetap menonjol. Karakter itu menyangkut antara lain mulai dari orientasi atau tujuan, kurikulum, kultur yang seharusnya dikembangkan.
“Karena itu, pengembangan ilmu pengetahuan dan humaniora di lingkungan UIN/IAIN harus tetap berada dalam bingkai semangat keislaman yang kokoh,” harap Suryadharma.

Di sisi lain ia mengingatkan, masalah liberalisme pemikiran keagamaan yang disinyalir belakangan ini tumbuh dan berkembang di lingkungan perguruan tinggi agama Islam yang menimbulkan kerisauan umat, harus menjadi perhatian serius para rektor UIN/IAIN. Dengan tidak mengurangi makna kebebasan akademik, menurut Menag, liberalisme pemikiran keagamaan tidak boleh dibiarkan merusak tatanan keagamaan dan keilmuan Islam di tanah air, termasuk merusak citra perguruan tinggi agama Islam.

Adapun para rektor yang diangkat dan dilantik antara lain Prof. Dr. H. Komaruddin Hidayat sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk masa jabatan 2010-2014. Sebelumnya Komaruddin menjabat Rektor untuk masa jabatan 2006-2010.

Selain itu, Prof H. Muhammadiyah Amin juga dilantik sebagai Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk masa jabatan 2010-2014. Ia sebelumnya menjabat perguruan yang sama pada masa jabatan 2006-2010. | kompas

2 Comments leave one →
  1. 7 January, 2011 02:01

    setuju! jangan samoai sebuah universitas Islam menelurkan saintis saintis yang tak berpatokan pada Islam…

  2. 7 January, 2011 03:31

    Sepakat..

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: