Skip to content

Muhammad Putra: Tim Debat Labschool Telah Merebut Hati Saya

11 May, 2011
Labschool Unsyiah

Labschool Unsyiah/Logo: Wikipedia

Bulan April yang lalu, Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang tergabung dalam Asian Law Students’ Association (ALSA) mengadakan sebuah event yang bertajuk English Competition (E-Comp) 2011 dari tanggal 28 April – 3 Mei yang bertempat di Kampus Baru UI, Depok. Tahun ini, salah satunya tim dari Aceh juga ikut meramaikan kompetisi debat yang ambil bagian dalam salah satu bagian acara, yakni kompetisi News Casting.

SMA Labschool Unsyiah salah satunya menjadi wakil dari Aceh yang bertanding dalam kompetisi tersebut tingkat SMA, walaupun tidak sampai menuju ke tingkat final. Anak-anak asuhan Bapak Muhammad Putra ini telah mampu memberikan yang terbaik, usaha mereka kandas dibabak penyisihan menuju semifinal saat berhadapan dengan salah satu SMA asal Bali.

Berbagai pengalaman dari tim debat Labschool ini ternyata sudah ada sejak mereka duduk di kelas I, lomba yang diikuti mereka pun mulai dari tingkat sekolah bahkan sudah sampai ke tingkat nasional. Berbagai prestasi yang diraih mereka pun cukup membanggakan, seperti Juara I Debat PILMIPA – Banda Aceh, Juara I Extra Contest, dan Juara II Contest Debate SAMAN UI.

Disela-sela pascakompetisi, SAMAN UI berkesempatan untuk mengajak tim debat SMA Labschool ini untuk tour de campus sambil bincang-bincang hangat bersama tim debat, yang terdiri dari Widya Hidayati, Syarifah Sarah Azahra, dan Nyak Zata Amani serta ditemani oleh Muhammad Putra, selaku pembina yang merupakan dosen di kampus Unsyiah. Sementara itu, dua rekan lainnya Zaira Munanda, dan Maulana Nofrimurti tidak bisa ikut dalam acara jalan-jalan bersama SAMAN UI, karena sedang ada aktivitas yang tidak bisa ditinggalkan. Berikut hasil bincang-bincang SAMAN UI bersama tim debat Labshool seputar kompetisi yang baru pertama kali mereka ikuti ini ditingkat nasional.

Semangat kalian untuk ikut kompetisi tingkat nasional ini apa kira-kira?

Kami punya tanggung jawab untuk menurunkan semangat yang sama ke adik-adik kami, terlebih banyak senior kami yang sudah tampil di ALSA, selain itu juga pengaruh kemauan, teman-teman dan lingkungan. “Disini kami juga tertantang untuk melihat lawan yang akan dihadapi, salah satunya hal tersebut sangat mempengaruhi khususnya buat pengalaman baru kami”, cetus Nyak Zata kelahiran Banda Aceh.

Apa pengalaman selama mengikuti kompetisi tingkat nasional ini?

Kali pertama debat ternyata lawan kami sudah lumayan kuat, pertama kali kami sudah berhadapan dengan SMA 4 Denpasar yang sudah expert debate yang akhirnya mereka meraih juara I. Dari sini kami sudah belajar banyak, tahu apa itu yang namanya debat news casting, paling tidak sudah bisa cerita lebih banyak pada adik-adik nanti. Widya juga menambahakan, “mental kami juga diukur disini, jadi harus tampil siap berani dan dewasa dalam pemikiran dan ini yang membedakan debat di daerah seperti halnya di Aceh yang biasanya banyak dibatasi untuk mengeksplor berbagai pendapat”.

Kesan yang paling menarik selama proses ikut lomba apa yang paling diingat?

Bisa ketemu banyak orang yang bervariasi dalam kemampuannya berdebat, ada juga motivasi baru bagi kami untuk orientasi ke depan, paling tidak kami sudah membawa nama Aceh serta mewakili nama sekolah Labschool.

Apa harapan dan pesan-pesan dari tim debat ini kedepan untuk Labschool dan Aceh pada umumnya?

Paling tidak tahun depan bisa ikut lagi dan semoga bisa tembus ke final, selain itu buat Labschool sendiri harus lebih berani mengasih tahu kepada siswa-siswanya kalau orientasi siswa itu selain pembelajaran disekolah ada juga pembelajaran diluar sekolah, dimana mereka harus belajar bukan dengan orang-orang yang sama suku atau etnik, melainkan juga dengan orang luar lain.

Untuk Aceh, harapannya lebih banyak sekolah yang bisa terus improvisasi untuk ikut kompetisi nasional, jadi kedepan lebih banyak yang bisa ikut ambil bagian dalam kompetisi debat ditingkat nasional, “ya hitung-hitung bisa berame-rame ke Jakarta”, ungkap Nyanyak sambil tertawa.

Nah, selama dua minggu di Jakarta apa yang sudah kalian korbankan untuk sekolah?

“Kalau bisa dibilang sih banyak nilai-nilai tugas yang kosong, PR, kuis, yang tidak bisa diikuti, terus juga jarang masuk kelas hampir sebulan karena latihan dan itu bisa bikin kacau”, ucap Sarah dengan ekspresi sedih.

Sekarang giliran Pembina, apa yang membuat mereka untuk terus semangat ikut berbagai kontes debat ini?

Disini saya lebih menganggap mereka sebagai partner, bisa banyak berbagi hal, belajar dari mereka tentang seluk beluk bahasa Inggris yang baik untuk mereka gunakan selama debat, serta mereka juga belajar seputar pemikiran yang kritis yang bisa saya bagi. Kerjasama dan kepercayaan antara kami, membuat itu menjadi kekuatan terbesar bagi saya.

Mungkin bisa diceritakan kesan dalam membina mereka bisa sampai seperti ini?

Banyak kesan yang luar biasa dengan mereka, disini saya membina mereka yang berbeda dari tim-tim sebelumnya, kadang saya sering membina tim yang campuran (mix) ada cewek dan cowok dan kali ini mereka cewek semua. Selain itu jadwal mereka yang sangat padat, membuat saya semakin semangat untuk menjadikan mereka sebagai teman, disini saya juga tidak merasakan mereka sebagai murid dan guru dalam proses pembinaan.

Bagi saya mereka siswa yang aktraktif dan pengambil keputusan yang sangat berani, karena yang selama ini saya lihat kebanyakan siswa dikontrol oleh guru dalam pengambilan keputusan. “Disinilah perbedaan yang menonjol dari mereka, selain culture dari didikan sekolah dan keluarga yang mandiri, walaupun mereka sering pulang latihan sampai malam dan paling berkesan sekarang mereka telah merebut hati saya”, tambah Muhammad Putra yang sehari-hari menjadi dosen di Fakultas Ekonomi, Unsyiah.

Harapan untuk mereka ke depan bagaimana?

Debat news casting seperti ini merupakan public speaking skill, bukan untuk kompetisi saja melainkan juga bisa menjadi potensi baru bagi mereka sebagai modal soft skill ke depannya.

Apa kesan dan pesan buat SAMAN UI selama ini?

“Kalau bisa SAMAN UI lebih eksis, paling tidak bisa membuat grop sharing untuk berbagi informasi kepada siswa-siswi di Aceh”, tambah Widya yang saat acara SAMAN UI Saweu Gampong beberapa waktu lalu berhalangan ikut karena sakit.

“Saya sendiri baru tahu SAMAN UI dua tahun belakangan ini, besar harapan saya buat SAMAN UI sedikit banyaknya telah memberikan kontribusi positif buat kami dan juga buat Aceh pada umumnya, seperti yang telah SAMAN UI lakukan untuk pulan kampung (SAMAN UI Saweu Gampong, -red)”, tambah Muhammad Putra, pria asal Lhokseumawe ini.

Semoga dinamika, perubahan dengan membuat berbagai acara yang signifikan seperti Try Out, Debat, Kompetisi dan acara lainnya bisa menjadi jembatan yang baik antara Universitas Indonesia dan Pemerintah Aceh kedepannya. “Tidak hanya itu juga, jika ada orang Aceh yang datang ke UI, maka SAMAN UI lah yang terdepan dalam menyambut mereka”, tegas bapak dosen diakhir wawancara bersama SAMAN UI. | Muhammad Iqbal

33 Comments leave one →
  1. 19 May, 2011 16:26

    I absolutely agree with the title : Muhammad Putra: Tim Debat Labschool Telah Merebut Hati Saya….
    And
    I also support Our Muhammad abi, coz he used to teach us how to be a great champion, and he is still our GREAT teacher..
    He is also our beloved brother…
    He was with us when we were the number 1 in some English Debating events in Banda Aceh, and he still supported us when were defeated…
    I can’t forget it, he encouraged us with his best.

    We are very proud coz he is our first English debate teacher who witnessed our poor skills and tried his best to develop it and taught us many many things….

    Thank you very very much, Mr.Muhammad Putra, our beloved brother and also our beloved teacher…
    Oneday, I hope I can see you again and learn many great things from you……

    Best regard,
    From me,
    Mr. Third Speaker of FBS English Debate Team’s First Generation…….

    I rest my case !!!😀

  2. 19 May, 2011 16:30

    oh iya,,
    Congratulation tuk tim debat bhs Inggris lab school…
    Semoga bisa meraih yang terbaik ke depan..
    Jng pernah menyerah !!!!
    Semangaaaaaaat….

    • Maulana Nofrimurti permalink
      19 May, 2011 23:51

      Amiin, Semua anak Aceh jangan pernah menyerah!

  3. ydy_elqadoury permalink
    20 May, 2011 18:09

    Tim debat LabSchool telah mencuri hati saya dari tim debat Fatih..!😀 hehe…
    Hidup tim debat aceh!!

    By: first alumnus of FBS

  4. ydy_elqadoury permalink
    24 May, 2011 07:50

    FBS debate team, nasILsIn???:/

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: