Skip to content

Jumlah Lulusan SMA Tidak Sebanding Jatah Kursi di PTN

4 June, 2011
SNMPTN

Ilustrasi: kontralisanfm.com

Jumlah kursi yang tersedia di Perguruan Tinggi (PT) dengan jumlah lulusan dari SMA saat ini tidak seimbang, itu yang menjadi permasalahan saat ini. Ada 1,5 juta orang yang lulus SMA, kemudian ikut ujian masuk PTN, dengan jumalah kursi yang tersedia hanya sekitar 200 ribu lebih.

“Artinya hampir ada 1,2 juta calon mahasiswa yang tidak bisa masuk perguruan tinggi negeri,” ucap anggota Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati saat ditemui di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/6/2011).

Pengalaman sebelumnya, dari 1,2 juta orang yang tidak diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), itu hanya 30 persen yang masuk Perguruang Tinggi Swasta (PTS) akibat tingginya biaya pendidikan. “Sisanya akan menambah pengangguran terdidik indonesia,” ucap Reni.

Tentu saja hal tersebut harus diantisipasi oleh Kementrian Tenaga Kerja, DPR, dan Kementrian Pendidikan Nasional. “Antisipasi DPR yang pertama, DPR sedang membahas rancangan undang-undang pendidikan tinggi. Diharapkan dengan lahirnya RUU Pendidikan Tinggi ini, kita ingin peserta didik, calon-calon mahasiswa bisa memperoleh haknya sebagai mahasiswa,” ungkap Reni.

Jelas Reni, biaya pendidikan harus rendah, terjangkau, kemudian ada program pemerintah untuk memberikan beasiswa sebanyak-banyaknya, karena saat ini beasiswa baru bisa diberikan kepada 20 persen dari jumlah mahasiwa yang ada.

“Intinya, selain masalah anggaran hal penting lainnya yang sama penting adalah harus adanya sinerjitas antara dunia usaha dan industri dengan pemerintah. Kalau di Jerman, setiap perusahaan ada 26 persen anggarannya diberikan kepada PTN untuk bersama-sama melakukan penelitian dan pealtihan sehingga ketika anak lulus itu langung bekerja, di Indonesia itu belum terjadi,” terangnya.

Lalu dengan lulusan SMA yang tidak terserap, bagaimana pemerintah memperbanyak sekolah SMK untuk menyerap lulusan SMP yang kemungkinan tidak mau meneruskan keperguruan tinggi negeri.

“Artinya dengan pendidikan tinggi negeri ini kita ingin memilah mana anak yang mau kuliah atau anak lulus sekolah mau jadi pegawai. Kalau mekanisme pendidikan masih seperti sekarang, maka lulusan SMA banyak yang menganggur dan tidak melanjutkan kuliah,” terangnya. | tribunews

One Comment leave one →
  1. 28 September, 2011 08:01

    makanya dinamakan seleksi atuh…

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: