Skip to content

Adu Canggih Roketmu di Komurindo 2011

23 June, 2011
Roket

Sumber foto: tarig18.wordpress.com

Setelah kompetisi robot berakhir, kini hadir kompetisi lain sebagai ajang kreativitas mahasiswa, yakni Kontes Muatan Roket Indonesia (Komurindo) 2011.

Tahun ini merupakan kali ketiga penyelenggaraan Komurindo oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendiknas bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Angkatan Udara, dan Pemerintah Pemerintah (Pemkab) Bantul.

Dengan mengusung tema “Attitude Monitoring and Surveillance”, Komurindo kali ini akan dilaksanakan pada 25-27 Juni mendatang di Pantai Pandansimo, Yogyakarta.

Perbedaan antara Komurindo tahun lalu dan sekarang terletak pada kamera yang terpasang di pilot roket yang mampu mengirimkan gambar dan data pada tempat asal terbang (homming).

Salah satu dewan juri dalam Komurindo 2011, Dr. Wahidin Wahab yang berasal dari Universitas Indonesia (UI) mengatakan, pengambilan gambar ketika roket tengah meluncur bukanlah hal yang mudah.

“Kemampuan kamera untuk mengambil gambar pada roket yang tengah meluncur memiliki tingkat kesulitan yang tinggi sehingga kali ini penilaian bukan menitikberatkan pada kemampuan terbang roket hingga kembali ke homming tetapi kemampuan kamera untuk menangkap gambar dan data serta mengirimkan ke homming,” kata Wahidin dalam jumpa wartawan di Gedung C lantai 1 Kemendiknas, Kamis (23/6/2011).

Diikuti 40 tim yang mewakili berbagai perguruan tinggi dari pulau Sumatera hingga Nusa Tenggara Barat, perlombaan ini terbagi dalam tiga tahapan. Hari pertama, Uji Fungsional dan Integrasi Muatan. Kemudian, Uji Terbang Muatan, serta Presentasi Data Hasil Uji Terbang pada hari terakhir.

“Jangan sampai mereka bisa menerbangkan roket dan menerima data dari kamera yang terpasang dalam roket, tapi tidak bisa menjelaskan data tersebut,” ujar Wahidin.

Panitia Komurindo menyediakan satu jenis transmitter yang sama untuk tiap tim serta diberikan dana pengembangan proyek roket tersebut.

“Bantuan ini dimaksudkan untuk menghindari perbedaan komposisi roket secara teknis karena kemampuan ekonomi tiap perguruan tinggi sehingga kreativitas mahasiswa harus terbentur dengan ketiadaan dana dari pihak universitas,” kata salah seorang juri lain yang berasal dari LAPAN, Dr. Rika Andiarti.

Tiap tim yang terdiri dari tiga mahasiswa dan satu dosen pembimbing ini akan memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah serta predikat ide dan desain roket terbaik. | okezone

One Comment leave one →
  1. bayu permalink
    3 December, 2011 11:28

    kayaknya…parasut harus pnya SOP pelipatan.

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: