Skip to content

Indonesia Melenggang ke Final SEABA

27 June, 2011

ilustrasi

Indonesia berhasil memastikan tempat di babak final turnamen basket Asia Tenggara (SEABA). Kepastian ini diperoleh usai Amin Prihantono cs menaklukkan Malaysia 77-47 pada Sabtu (25/6) malam. Christian Ronald “Dodo” Sitepu menjadi bintang dalam pertandingan ini dengan mencetak 15 poin dan 8 rebound.

“Hari ini kita memperlihatkan bagaimana kita harus main. Sabar dan defense bagus. Ini yang memang harus dilakukan dalam petandingan final,” ujar asisten pelatih tim Indonesia, Johanes Winar.

Wajib menang untuk mengamankan tiket di Partai final, tim Indonesia langsung menggebrak di awal laga. Permainan lebih sabar ditampilkan Mario Wuysang dan kawan membuat serangan Indonesia berujung angka demi angka.

Berbeda dengan permainan di partai melawan Filipina, tim asuhan Rastafari bermain dengan defense ketat. Persentaseshooting Indonesia pun membaik. Tercatat Indonesia berhasil membukukan 41 persen tembakan masuk di sepanjang pertandingan.

Indonesia pun mampu unggul di kuarter pertama dengan skor 10-4. Di kuarter kedua, Indonesia tetap menampilkan permainan agresif dengan transisi defense yang tertata rapih.

Aksi Andi “Batam” Poedjakesuma mengantarkan poin demi poin bagi Indonesia. Xaveris Prawiro membuat sebuah tembakan tiga angka yang menjadikan tim Indonesia unggul jauh 25-12.

Di kuarter ini, pemain Malaysia pun coba mengubah strategi. Tim asuhan Cheng Huat Goh mencoba memperlambat permainan sembari membuka ruang tembakan. Strategi ini membuahkan hasil untuk mempertipis ketinggalan tim Jiran. Walau begitu Indonesia tetap unggul 29-21.

Kebangkitan Malaysia langsung diantisipasi jajaran pelataih Indonesia. Strategi baru diterapkan di akhir kuarter kedua dengan memasang dua pemain bertipe tinggi Christian Ronald “Dodo” Sitepu dan Anton “Koming” Ponasius. Masuknya dua pemain bertipe tinggi kontan memperlambat tempo permainan Garuda.

Pemain asal klub Satria Muda, Amin Prihantono sempat menggebrak lewat tembakan tiga angka. Namun Malaysia mampu membalas kontan lewat dua three poin yang Batumalai dan Yong Long Hoo. Malaysia berhasil mempertipis ketertinggalannya di akhir paruh pertama pertandingan, 33-27.

Malam itu, Sport Mall Britama diseseki pendukung Marah-PutihM mereka tampak antusias menyaksikan laga karena lawan yang dihadapi merupakan negara Jiran Malaysia. Lecutan semangat dari penonton, membuat Faisal Ahmad cs bersemangat mengawali quarter ketiga. Alhasil Indonesia kembali mendominasi.

Aksi Isman Toyib dan Koming beberapa kali merepotkan Malaysia. Sebaliknya zone defense Malaysia sering kecolongan lewat serangan yang dibangun Faisal. Indonesia memimpin 48-40 awal quarter ketiga.

Selain penonton yang terus menyemangati tim Merah Pitih tampak pula jajaran pelatih Filipina yang serius mengamati pola permainan calon lawannya di final.

Sadar partai wajib menang, membuat permainan kedua tim di paruh terakhir, berkembang menjadi keras. Setiap serangan berujung duel yang disertai benturan-benturan fisik. Hal ini sempat memancing emosi pemain Malaysia.

Raksi emosi pemain Jiran langsung mendapat respon penonton. “Malaysia pulang..Malaysia pulang..”, begitu penonton coba “mengintimidasi” mental pemain lawan.

Walau keras, permainan Indoneisia dan Malaysia tetap menjunjung tinggi sportifitas. Alhasil permainan pun makin menarik.

Di akhir kuarter ketiga Amin Prihantono membuat sebuah three point sekaligus menutup babak itu dengan skor 53-43.

Di babak terakhir, Malaysia mengerahkan segala kemampuannya. Kali ini mereka memaksimalkan peran centernya Chen Wee. Di pihak lain, Indonesia bermain aman dengan penguasaan bola. Amin Prihantono kembali memperlihatkan shooting yang akurat dengan tembakan tiga angkanya. Indonesia unggul 58-43 di delapan menit terakhir.

Di akhir pertandingan, pemain Merah Putih terus mendulang angka lewat tembakan tiga angka. Dua kali Amin mempu menjaringkan poin dari luar area. Pun halnya Xavierius yang tidak ketinggalan menyumbang three point di akhir laga. Indonesia akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 77-47.

Di akhir pertandingan pelatih Malaysia, Cheng Huang Goh mengakui secara sportif kekalahan timnya. “Kami akui kami kalah. Titik kelebihan Indonesia adalah fisik beberapa kali kami tidak mampu melawan body charge mereka,” katanya usai pertandingan.

Dengan hasil ini Indonesia kembali akan menantang Filipina untuk menentukan siapa tim terbaik di Asia Tenggara. “Yang jelas kita harus bermain konsisten. Kalau di final semuanya sudah sama, tinggal faktor mental saja,” kata Johanes Winar.

Senada dengan Winar, manager tim Indonesia, Syailendra Bakrie, mengaku tim Indonesia akan bermain habis-habisan. Menurutnya laga final akan menjadi ujian bagi kesiapan tim Indonesia ke Sea Games.

Selain tiket final SEABA, tim Garuda memenuhi target lolos ke turnamen basket Asia (FIBA) yang akan berlangsung di Cina. | republika

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: