Skip to content

Tarian Kolosal di Banda Aceh Festival

8 July, 2011
Tarian

Sumber: findianarsi-indonesia.blogspot.com

Atraksi kolosal tarian ratoh pesisir akan mewarnai malam pembukaan Banda Aceh Festival 2011 yang dipusatkan di Lapangan Blang Padang, Jumat (8/7) malam.

“Tarian ini digarap secara besar-besaran dengan melibatkan 200 penari,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh Reza Fahlevi, Kamis.

Pembukaan Banda Aceh Festival berlangsung nanti malam. Siremoni pembukaan tersebut ditandai penabuhan rapai oleh Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin.

Ia mengatakan, tarian ini digarap kolosal dengan menyatukan beragam jenis tari ratoh pesisir yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

“Ratoh pesisir ini nyaris sama dengan tarian saman. Tarian ini mengisahkan budaya masyarakat pesisir. Setiap daerah pesisir, berbeda gerakannya dan ini digarap menjadi satu yang akan disuguhkan kepada masyarakat di Banda Aceh Festival,” katanya.

Selain tarian kolosal ratoh pesisir, pembukaan Banda Aceh Festival juga menampilkan grup lawak Eumpang Breueh plus Yusniar, penyanyi Aceh Liza Aulia yang dikenal dengan lagu kutidhieng.

Malam pembukaan Banda Aceh Festival tersebut akan dipandu dua “master of ceremony” yang kerap menghiasi televisi nasional, Edwin dan Cut Mini.

“Banyak atraksi budaya yang ditampilkan di malam pembukaan ini. Beragam atraksi budaya ini ditata seapik mungkin, sehingga menimbulkan kesan mendalam bagi yang menyaksikannya,” papar Reza Fahlevi.

Selain di panggung utama, arena Banda Aceh Festival di Lapangan Blang Padang juga menyuguhkan pameran kebudayaan dan produk-produk kerajinan serta pameran makanan Aceh.

“Banda Aceh Festival digelar untuk menarik minat masyarakat luar, baik dalam maupun luar negeri berkunjung ke Banda Aceh. Dan ini program unggulan menyukseskan tahun kunjungan wisata 2011,” kata dia.

Menurut dia, Banda Aceh Festival yang digagas menjadi agenda tahunan tersebut merupakan upaya Pemerintah Kota Banda Aceh mengembangkan pariwisata menjadi sektor andalan bagi peningkatan ekonomi rakyat.

“Sejumlah festival budaya dan agenda nasional lainnya yang pernah digelar sebelumnya mampu memberi kontribusi bagi peningkatan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Hal ini bisa dilihat semakin berkembangnya usaha pendukung pariwisata, seperti wisata kuliner, usaha suvenir, serta yang berkaitan erat lainnya.

“Memang, dampak positif Visit Banda Aceh Year 2011 ini tidak bisa dilihat secara kasatmata. Tapi, tidak sedikit usaha kecil pendukung sektor pariwisata tumbuh dan berkembang yang telah menyerap banyak tenaga kerja,” demikian Reza Fahlevi. | kompas

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: