Skip to content

BEM se-Indonesia Ajak Anak Gemar Membaca

25 July, 2011

IlustrasiForum Perempuan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (FP BEM SI) menggelar aksi simpatik kepada anak-anak, di kawasan Car Free Day (CFD) Dago, kemarin.

Tidak kurang dari 200 buku berisi Ilmu pengetahuan dan Teknologi dibagikan secara gratis kepada para pengunjung CFD, khususnya kalangan anak-anak.

Koordinator Pusat FP BEM SI Nyoman Indirawati mengatakan, aksi simpatik ini sengaja memilih lokasi di CFD dengan pertimbangan, banyak didatangi warga Bandung dari berbagai kalangan dan usia. Dengan demikian, upayanya dalam mengkampanyekan pembatasan jam menonton bagi anak-anak bisa tercapai secara optimal.

“Ini bentuk ajakan bagi anak-anak dan generasi muda, untuk mengalihkan kebiasaan menonton tayangan TV yang isinya tidak mendidik, kepada aktivitas membaca buku yang muatannya lebih bermanfaat,” ujar Indirawati akhir pekan ini. Hal ini dikemukakannya berdasarkan penelitian Universitas Diponegoro (Undip), YPMA dan Unicef.

Anak-anak di Indonesia menonton TV rata-rata 3,5 jam pada hari kerja dan enam hingga delapan jam pada hari libur. Menurut Indi, fakta tersebut dalam setahun bisa mencapai rata-rata 1.600 jam, sementara waktu bersekolah hanya menghabiskan 800 jam. Dilatari data tersebut, dia bersama BEM-SI mengajak anak-anak untuk mengurangi kebiasaan menonton TV terlalu lama. “Ini sebagai bentuk simbolisasi peringatan Hari Anak Nasional.

”Kita ingin anak-anak lebih banyak membaca daripada menontonTV. Bentuknya tidak menyetop, namun lebih ke membatasi. Idealnya hanya dua jam dalam sehari, selebihnya bisa digunakan untuk aktivitas lain,” ujar Indirawati.

Selain mencuatkan isu pembatasan jam menonton TV, Indirawati bersama rekan-rekannya juga mencuatkan permasalahan dan evaluasi terkait kesejahteraan pendidikan di kalangan anak-anak.

Anak-anak belum sepenuhnya mendapatkan akses pendidikan dengan baik. Menurutnya, dari beberapa penelitian, angka putus sekolah akibat masalah ekonomi mencapai 80 persen . “Kami akan adakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) terkait masalah pendidikan beserta polemik dan solusinya,” papar mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo tersebut. | okezone

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: