Skip to content

Malaysia Perluas Kesempatan bagi Mahasiswa Indonesia

25 July, 2011

Malaysia terus membuka kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk menimba ilmu di negeri jiran itu. Dengan menggandeng 14 perguruan tinggi di Indonesia, Universitas Utara Malaysia (UUM) berupaya mengintensifkan kerjasma pendidikan.

Bertempat di Hotel Le Meriden, Jakarta, Sabtu (23/7) malam, UUM menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan 14 universitas di Indonesia untuk meningkatkan kerjasama dalam hal pertukaran mahasiswa, riset serta pengembangan sumber daya manusia.

14 perguruan tinggi di Indonesia yang menjalin MoU dengan UUM adalah Universitas 11 Maret Surakarta (UNS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung), Universitas Udayana Denpasar Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Paramadina, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sanggabuana, Universitas Ibn Kaldun, Universitas 17 Agustus dan Universitas Islam Riau.

Rektor UUM, Prof Datuk Dr Mohamed Mustafa Ishak, mengharapkan adanya dampak penting dari kerjasama itu. “Tujuan program ini untuk memberi dampak signifikan dalam bidang pendidikan tinggi. Karena itu UUM menandatangani kerjasama secara serentak dengan 14 buah universitas sekaligus,” kata Mustafa saat menyampaikan kata sambutan MoU.

Selain itu, diharapkan pula agar kejasama tersebut tidak hanya di bidang pendidikan saja tetapi juga pada kerjasama antara Indonesia dan Malaysia secara umum. “Kita mengharapkan kerjasama ini juga akan mengeratkan hubungan antara dua negara, di samping untuk pertukaran pelajar, riset dan pengembangan sumber saya manusia,” sambungnya.

Mustafa menyebutkan, saat ini saja terdapat 800 mahasiswa asal Indonesia yang belajar di UUM. Dengan kerjasama itu, diharapkan jumlah mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di UUM akan semakin bertambah. “Kita harap jumlah pelajar dari Indonesia yang
melanjutkan pelajaran ke UUM akan bertambah,” katanya.

Sedangkan guru besar sosiologi Universitas Gadjah Mada, Mochtar Mas’oed, dalam sesi roundtable discusssion menyatakan, Indonesia dan Malaysia terikat sebagai bagian dari komunitas ASEAN. Dari kerjasama itu, diharapkan akan tercipta mahasiswa yang memmang mumpuni. “Kita mesti menggunakan networking dalam ASEAN demi memajukan pendidikan tinggi kedua negara,” katanya. | jpnn

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: