Skip to content

Tahun 2012, Kemdiknas Bangun 3 Institut Seni

21 September, 2011

M. NuhSalah satu program Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tahun 2012 adalah peningkatan daya tampung dan daya saing pendidikan tinggi di Indonesia. Terkait program ini, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh menyatakan pihaknya telah merencanakan membangun tiga Institut Seni dan Budaya (ISB) ditiga wilayah, yakni di Makassar (Sulsel), di Kalimantan dan Jakarta.

“Kita programkan ini karena pengembangan nilai seni dan budaya kita semakin luntur, sementara pendidikan tinggi yang diharapkan dapat membantu mengembangkan kelestarian seni dan budaya Indonesia sangat minim. Di Jakarta kita hanya punya Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dan ini punya swasta. Kita lagi berusaha agar IKJ ini bisa dinegerikan. Sementara bangun di Makassar dan Kalimantan untuk mengakomodasi pengembangan seni dan budaya di wilayah Timur Indonesia,” jelas M. Nuh di Jakarta, pekan lalu.

Selain itu, lanjut M. Nuh, Kemdiknas juga memprogramkan pembangunan dua Institut Teknologi (IT) baru di Kalimantan dan Sumatera. “Selama ini Indonesia hanya punya dua institut teknologi, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS). Dan untuk masuk ke dua institut teknologi itu seleksinya sangat ketat sehingga banyak calon mahasiswa kita tidak terserap. Sementara tuntutan ke depan adalah pengembangan disektor teknologi, karena itu kita programkan bangun dua lagi, satu di Sumatera dan satu di Kalimantan,” kata mantan Rektor ITS ini.

Disamping membangun lima institut, M. Nuh juga menyebutkan bahwa Kemdiknas memprogramkan penguatan terhadap 10 perguruan tinggi di wilayah perbatasan, yakni di Jayapura, Merauke, Tarakan, Sangihe, Balikpapan, Singkawang, Pangkalpinang, Bengkalis, Dumai, dan Banda Aceh. Sayangnya, NTT sebagai salah satu daerah perbatasan tak mendapat program penguatan ini “Kita juga akan merevitalisasi 37 LPTK di Indonesia dan membangun 20 community college,” ungkap M. Nuh.

Dikatakan, dana yang digunakan dalam pelaksanaan program ini, Kemdiknas mengalokasikan dana senilai Rp 1,620 triliun. “Namun bagi Kemdiknas, dana ini masih belum mencukupi sehingga dibutuhkan lagi tambahan anggaran senilai Rp 436 miliar. Dana tersebut dipakai untuk mendukung peningkatan daya tampung dan memperbaiki mutu sarana prasarana pendidikan tinggi,” paparnya. | fajar

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: