Skip to content

Pemprov Aceh Akan Tingkatkan Anggaran untuk Penelitian Ilmiah

24 September, 2011
ilustrasi/gurukreatif.wordpress.com

ilustrasi/gurukreatif.wordpress.com

Para pelaku pendidikan di Aceh, seperti guru, dosen dan profesor diharapkan agar dapat meningkatkan penelitian atau riset ilmiah, dan tidak hanya terjebak dengan teori semata. Hal itu sangat diperlukan guna meningkatkan mutu pendidikan di provinsi itu.

Di samping itu, Pemerintah Aceh juga menyatakan komitmen yang konsisten untuk memperjuangkan anggaran pendidikan, termasuk untuk sektor pendidikan tinggi (tak terkecuali kepentingan penelitian) harus selalu mendapat perhatian serius pemerintah dan pemerintah daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar, saat menjadi keynote speaker pada seminar nasional dan peluncuran buku biografi Prof Dr Azyumardi Azra dengan judul “Cerita Azra” di Aula Pascasarjana IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, Kamis (22/9).

Tetapi perjuangan ini tidaklah mudah, karena masih bercampur baurnya pesawat TV hitam putih dan tv warna. TV yang satu masih menggunakan tiang bambu dengan diikat tali untuk memasang antena dengan channel yang sangat terbatas serta kurang terang bahkan bikin mata sakit ketika menontonnya, sedangkan TV yang satu lagi menggunakan antena digital dengan ratusan chanel serta warna warni yang indah.

“Namun saya tetap bertekad membesarkan dunia pengembangan sumber daya manusia, termasuk penelitian dan perguruan tinggi agar selalu mendapat porsi dalam APBA,” ujar Nazar.

Ditambahkan, negara-negara maju ternyata muncul karena peran para cendikiawannya yang tidak hanya bergerak dalam teori, tetapi menggerakkan produktivitas rakyat mereka. Konsekuensinya pula dunia penelitian harus mendapat apresiasi memadai dari pemerintahan, penerbit, media massa hingga masyarakat.

Modal Pembangunan

Sumber daya manusia adalah modal pembangunan utama dan berkelanjutan di zaman apa pun. Iklim sebuah kampus dan perguruan tinggi harus selalu dinamis dan progresif. Tentu akan lebih ideal jika iklim yang sama menjadi nilai dan kebudayaan masyarakat.

Sehingga peran perguruan tinggi dan para guru besar secara khusus juga berdampak pada kemajuan bangsa, termasuk dalam membentuk karakter kepemimpinan yang penuh keteladan dan kompetensi, bukan saja melahirkan para pemimpin.

Namun jika perguruan tinggi dan guru besarnya hanya larut dalam teori di belakang para pelaku sejarah dan praktisi, maka iklim bukan hanya tidak dinamis serta progresif, bahkan di kampus sendiri ilmu pengetahuan akan dipandang sebagai sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan oleh masyarakat awam karena mereka tidak merasakan manfaat signifikan dari dunia pendidikan. “Karena itu pula dunia pendidikan dan para guru besar tidak boleh lalai dan gagal dalam menggerakkan nilai pengetahuan yang ada pada mereka kepada bangsa,” terangnya.

Dalam kaitan tersebut, Wagub melihat tidak terlalu banyak akademisi, pakar dan guru besar yang mampu menggerakkan nilai pengetahuan mereka untuk produktivitas bangsa, Azyumardi ada dari sebahagian kecil itu. Malah terlalu banyak akademisi dan guru besar yang kaku dengan rutinitas birokrasi kampus serta mengajar secara kaku. Memang banyaknya jumlah guru besar belum menjamin perbaikan jika mereka bergerak di tempat, apalagi jika kurang apresiasi dari pemerintah, media massa dan masyarakat.

Maka jangan marah ketika peneliti dan guru besar asal Indonesia kemudian bekerja untuk kemajuan negara lain, seperti Malaysia yang memberi apresiasi lebih kepada mereka. “Jangan sampai kampus-kampus di Indonesia, termasuk Aceh seperti Unsyiah dan IAIN menjadi kampus yang kering dari dinamika intelektualitas serta peradaban,” kata Nazar. | analisadaily

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: