Skip to content

Taiwan Higher Education (THE) Fair 2011

29 September, 2011

Kementerian Pendidikan Taiwan menyelenggarakan “2011 Taiwan Higher Education (THE) Fair, 29 September hingga 7 Oktober 2011. Acara ini digelar untuk meningkatkan pertukaran budaya dan pendidikan antara Indonesia dan Taiwan, serta menarik minat pelajar Indonesia menempuh pendidikan di Taiwan.

THE Fair diikuti kurang lebih 70 wakil dari 27 universitas ternama di Taiwan. Sejumlah lembaga pertukaran akademik internasional di bawah Academia Sinica juga akan datang ke Indonesia untuk memberikan pelayanan informasi beasiswa dan penerimaan mahasiswa internasional di beragam bidang studi.

Elite Study-In-Taiwan Program Office (ESIT) dan Pusat Pendidikan Indonesia-Taiwan di Surabaya, selaku penyelenggara pameran yang bekerja sama dengan universitas lokal, mengadakan THE Fair tahun ini di tiga kota, yakni Banda Aceh, Yogyakarta dan Surabaya. Seminar mengenai penerimaan mahasiswa akan diadakan pada 1 Oktober di Universitas Syiah Kuala (Banda Aceh), 3 Oktober di Universitas Gajah Mada (Yogyakarta), dan 5 Oktober di Tunjungan Plaza (Surabaya).Peserta pameran pendidikan kali ini terdiri dari para rektor, periset, dekan, dan anggota staf perguruan tinggi Taiwan yang bertanggung jawab di bidang pertukaran internasional dan kemahasiswaan. Dengan demikian, pengunjung pameran akan dapat berinteraksi secara langsung dengan mereka untuk mengenal universitas dan jurusan diminati serta tata cara pendaftaran masuk dan beasiswa. Tahun lalu, pameran pendidikan serupa juga digelar di Banda Aceh, Jakarta, dan Yogyakarta, dan berhasil menarik kurang lebih 9.500 pengunjung.

Bagi negara-negara Asia Tenggara, standar perguruan tinggi Taiwan tergolong berada di papan atas. Menurut survei yang dilaksanakan oleh Institute for Scientific Information (ISI) yang merupakan sebuah lembaga informatika ilmiah di Amerika Serikat, kemampuan riset dan penerbitan jurnal perguruan tinggi Taiwan pada tahun 2010 berada di peringkat 17 SCI dunia dan 15 Social Science Citation Index (SSCI) dunia. Selain itu, menurut peringkat Elsevier Engineering Information (database bidang teknik terbesar di dunia), Taiwan berada di urutan ke-9. Prestasi-prestasi tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi dan lingkungan teknologi Taiwan sangat mendukung bagi pengembangan penelitian.

Mengenai biaya pendidikan di Taiwan, kuliah di universitas negeri Taiwan rata-rata memerlukan biaya sebanyak US$3.200-US$4.500 per tahun (biaya dapat berbeda-beda tergantung jurusan). Sedangkan kuliah di universitas swasta memerlukan biaya US$2.900-US$3.500 per tahun. Biaya buku, hidup, transportasi, asuransi kesehatan dan lain-lain memerlukan kurang lebih US$7.000-US$8.500.

Sejak tahun 2004, Pemerintah Taiwan membuka kesempatan beasiswa untuk menarik mahasiswa berprestasi, dengan pendaftaran yang dilakukan melalui sekolah-sekolah yang tergabung dalam ESIT. Pendirian ESIT bertujuan untuk meningkatkan kerjasama pendidikan antara Taiwan dengan negara-negara Asia Tenggara, membina skill internasional, dan mendukung proyek negara-negara Asia Tenggara dalam pembinaan anak berprestasi.

ESIT berperan sebagai jembatan antara pelajar mancanegara dengan perguruan tinggi di Taiwan. Hingga kini, 40 perguruan tinggi Taiwan tergabung dalam ESIT dan menyediakan 167 bidang studi dengan kurikulum taraf internasional yang berbahasa Inggris. Untuk info lebih lanjut, Anda bisa kunjungi http://www.esit.org.tw. Di sana juga bisa untuk pendaftaran masuk melalui internet serta perolehan informasi lengkap mengenai berbagai universitas di Taiwan serta persyaratan masuknya. | liputan6

One Comment leave one →
  1. 21 November, 2011 21:44

    kaloe gunda mahasiswa dan biaya ditanggung oleh yangbersangkutan sih anak kecil pun bisa .Tinggal kasih undagan habis urusan dan yang gundang dapat pemasukan tambahat
    seperti unsyiah kemaren ,kasih undagan ke sekolah smk mutiara,begitu siswa mendaftar ke
    unsyiah, eh! malah spp duluan yang di persoalkan.Klow seperti itu untuk apa ada undangan.
    Hal ini juga demikian, kloe emang mau gundang ada baiknya anda pikirkan dulu masalah -masalah seperti ini,karna masalah yang kita anggap spele(kecil) bisa berakibat fatal juga
    sering orang jatuh karena masalah yang spele

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: