Skip to content

Salah Satu Tips Meraih Gelar Doktor di Amerika Serikat

12 October, 2011
Roby Muhammad/akademiberbagi.org

Roby Muhammad/Foto: akademiberbagi.org

Tak perlu takut bercita-cita menjadi doktor (S-3) meski hanya memiliki gelar sarjana strata-1. Ternyata di Amerika Serikat tak perlu harus memiliki gelar master (S-2) untuk mendaftar program doktor.

“S3 itu tidak harus S-2, karena kalau keterima nanti ada kelas selama dua tahun yang setara master,” ujar Roby Muhammad dalam diskusi beasiswa ke luar negeri, di Obrolan Langsat, Senin, 10 Oktober 2011 malam.

Roby yang mendapat gelar master dan PhD dari Amerika menuturkan memang perlu usaha keras untuk mendapat beasiswa doktor. “Pertama kontak profesor,” saran dia. Kunci masuk ke program doktor adalah rekomendasi profesor.

Jangan dikira mengontak profesor meski hanya lewat e-mail itu mudah. “Tidak semua profesor bersedia membalas, jadi kirimlah sebanyak mungkin e-mail ke setiap profesor,” papar pengajar di Universitas Indonesia ini.

Bagian tersulit dan paling menantang, kata Roby, adalah meyakinkan sang profesor. “Kita harus meyakinkan bahwa we have our own song,” ujar alumnus Columbia University ini.

Artinya, ia menuturkan, setiap calon mahasiswa harus mampu membuktikan dirinya layak diterima karena memang dia memiliki kompetisi yang berbeda dan sesuai dengan jurusan tersebut.

Roby yang berasal dari jurusan fisika Institut Teknologi Bandung mengaku dia bukanlah lulusan terbaik di alumninya. “Bahkan IPK saya dulu tidak sampai tiga,” kata dia. “Tapi IPK sempurna itu sudah banyak, tapi kalau yang punya imajinasi dan unik itu tidak banyak,” ujar dia.

Pendapat Roby ini diamini oleh Yanuar Nugroho, dosen di Universitas Manchester Inggris. “Jangan takut mendaftar karena kerja keras jauh lebih penting daripada nilai di atas kertas,” ujar dia dalam kesempatan yang sama.

Tapi Roby mengingatkan bagi yang ingin mendaftar program S-3 perlu mengingat juga masa belajar. Paling tidak dibutuhkan 5-7 tahun untuk kuliah dari S-2 sekaligus S-3 di luar negeri. “Tapi ini juga investasi yang luar biasa,” papar dia.

Apalagi kalau keterima program S-3, biaya hidup 99 persen beres. “Kita pun bisa dapat duit dengan hanya bekerja sebagai asisten peneliti,” ujar Roby. Tentunya bagi calon mahasiswa yang berkeluarga, harus punya perhitungan sendiri.

Tertarik mengikuti jejak Roby dan Yanuar? Siapkan diri dan bahasa Inggris dahulu, lalu mulailah berselancar mencari informasi di dunia maya. | tempointeraktif

One Comment leave one →
  1. 16 October, 2011 02:00

    saya sedang menjalani kuliah di program studi Peendidikan Bahasa Inggris di stkip-pgri Pontianak, saat ini saya masih menjalani semester 5, saya ingin sekali melanjutkan study saya keluar negri, apakah di Amerika ada program beasiswa jrusan pendidikan untuk s2.. Mohon informasinya, thanks…

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: