Skip to content

Tidak Penuhi Kuota 20 Persen, PTN Bisa Kena Sanksi

15 November, 2011

Muhammad Nuh/Foto: wartakota.co.id

Perguruan tinggi negeri (PTN) yang tidak memenuhi kuota 20 persen dan mengakomodasi siswa miskin akan dikenai sanksi. Sanksi tersebut mulai dari sanksi sosial hingga finansial.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Muhammad Nuh saat menghadiri Talk Show dan Expo Posdaya di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Senin (14/11).

Nuh mengatakan, PTN yang tidak ramah terhadap mahasiswa miskin akan diberi sanksi. Sebab, anggaran PTN sebagian berasal dari pemerintah, yakni dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). “Bila ada PTN yang tidak memenuhi kuota 20 persen dari total mahasiswanya untuk kalangan miskin sesuai yang diatur dalam PP No 6 tahun 2010, pemerintah akan mempertimbangkan kembali berapa aliran dana yang dikucurkan untuk PTN tersebut,” tegasnya.

Sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 66/2010 mengenai Perubahan Atas PP Nomor 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, PTN akan dikenai tiga bentuk sanksi. Sanksi tersebut, yakni sosial, administratif, dan finansial.

Sanksi sosial yang dimaksud yaitu masyarakat luas akan mengetahui dan menilai PTN mana saja yang tidak memenuhi kuota 20 persen sesuai regulasi pemerintah. Kemudian, Kemendikbud akan memberikan teguran dalam sanksi administratif.

“Separah-parahnya PTN yang melanggar ketetapan tersebut akan mendapat sanksi finansial. Sanksi ini terkait pendanaan yang dialirkan ke PTN bersangkutan, artinya pemerintah akan mempertimbangkan berapa anggaran yang akan dikucurkan ke PTN itu. Alasan pemberian sanksi ini adalah tekad kami agar jangan sampai anak yang pintar tapi terbatas ekonominya tidak bisa sekolah,” jelas Nuh.

Kemendikbud tetap berharap pada penerimaan mahasiswa baru 2012 mendatang, seluruh PTN sudah memenuhi target pemenuhan 20 persen kursi untuk mahasiswa miskin. Sementara, Rektor Unnes, Prof Sudijono Sastroatmodjo menyatakan, bahwa Unnes sudah memenuhi kuota 20 persen kursi untuk mahasiswa miskin, bahkan mencapai 20,23 persen, melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah.

“Dari total mahasiswa Unnes tahun ini yang mencapai 7.330 orang, sebesar 20,23 persennya berasal dari kalangan tidak mampu atau sebanyak 1.483 mahasiswa. Mereka sebagian besar dibantu dari beasiswa Bidik Misi,” imbuhnya. | suaramerdeka

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: