Skip to content

Rektor UI Siap Diperiksa KPK

21 January, 2012

Rektor Universitas Indonesia (UI), Gumilar Rosliwa Somantri siap diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal tersebut menyusul adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengatakan UI berpotensi merugikan negara Rp 45 Milliar.

“Kalau kita diperiksa sebagai warga negara semua orang harus siap, semua pihak harus mengedepankan kejujuran dan keadilan,”ujar Gumilar ketika ditemui usai acara pelepasan Iluni UI di Kampus UI, Depok, Sabtu(21/1/2012).

Meski begitu kata Gumilar adanya pemeriksaan di KPK dianggapnya terlalu dini. Pasalnya, setelah audit BPK keluar masih ada waktu selama 60 hari untuk mempelajari audit.

“Pertanyaan begitu terlalu dini, artinya, masih ada 60 hari untuk menjawab,” jelasnya.

Menurut Gumilar, dirinya kini masih melakukan kajian atas adanya audit BPK. Ia menjelaskan temuan BPK sangat bermanfaat untuk melakukan perbaikan di UI di masa mendatang.

Pada kesempatan itu Gumilar juga menjelaskan bahwa pihak UI tidak ada sama sekali niatan untuk melakukan hal-hal seperti yang dikemukakan BPK dalam auditnya.

“Temuan itu harus terus ditanggapi positif rekomendasinya tindak lanjuti untuk perbaikan ke depan, UI merupakan lembaga yang terus membangun, tak ada niatan kita untuk macam-macam,”pungkasnya.

Sebelumnya, Hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Universitas Indonesia cukup mencengangkan. Pengelolaan dana di kampus tersebut ternyata merugikan negara hingga Rp 45 milliar.

“Ada potensi kerugian negara dalam perjanjian kerjasama rektor UI dengan PT NLLU menyangkut bangunan di Jalan Pegangsaan Timur yang tidak diatur sepengetahuan Menkeu dan merugikan negara Rp 41 miliar,” tutur Anggota BPK, Rizal Jalil di gedung DPR, Jakarta, Kamis(19/1/2012).

Selain itu rektor UI juga dinilai tidak cermat dalam kerjasama menyangkut rumah sakit pendidikan UI. Biaya penyelenggarannya membengkak dan merugikan negara Rp 4 miliar.

“Juga menyangkut ketidakcermatan rektor UI dalam kerjasama rumah sakit pendidikan yang tidak sesuai jadwal sehingga mengakibatkan kerugian negara karena UI harus membayar denda 35 ribu yen atau kalau dirupiahkan Rp 4 miliar,”beber Rizal. | republika

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: