Skip to content

UI, Kampus Terpintar se-Indonesia versi TeSCA

6 March, 2012
tesca

Tiap tahun, kampus-kampus negeri dan swasta di Tanah Air bersaing memperebutkan predikat kampus terpintar dalam Telkom Smart Campus Award (TeSCA).

Tahun ini, Universitas Indonesia (UI) yang didapuk menjadi kampus terpintar se-Indonesia mengumpulkan 4.871 poin. Skor ini merupakan akumulasi penilaian yang meliputi tujuh dimensi, yakni Suprastruktur Kampus (10 persen), Infrastruktur Teknologi (20 persen), Profil Pemangku Kepentingan (20 persen), Ragam Pemanfaatan dan Aplikasi (20 persen), Strategi Pendidikan Nasional (10 persen), Dampak dan Manfaat Penerapan Teknologi (10 persen), serta Komunitas Eksternal (10 persen).

Dimensi Suprastruktur Kampus memiliki sembilan sub-dimensi yakni Komitmen Pimpinan, Alokasi Sumber Daya, Unit Pengelola teknologi, Kebijakan dan Sistem Insentif, Renstra dan Peta Jalan, Perencanaan dan Pengorganisasian, Pengadaan dan Penerapan, Pengelolaan dan Pengembangan, serta Pemantauan dan Penilaian.

Poin tinggi akan diberikan bagi kampus yang menggelar berbagai kegiatan pendukung suprastruktur kampus seperti pelatihan bagi civitas academica kampus; memberikan insentif bagi para dosen, peneliti, karyawan, maupun staf yang secara efektif berhasil menerapkan TIK untuk meningkatkan kinerja sehari-hari; serta memiliki kebijakan manajemen mutu yang selaras dengan pemanfaatan TIK dalam kelas atau unit kerja kampus.

Penilaian juga meliputi keberadaan tim helpdesk dan struktur organisasi pendukung, manajemen sumberdaya berbagai pakai dan berdaya guna (shared resources), pengalokasikan dana investasi dan operasional dalam aanggaran tahunan untuk pengembangan TIK, serta diintensifkannya public relations (PR) dan marketing pemanfaatan TIK kampus.

Pada dimensi Infrastruktur Teknologi, penilaian dibagi menjadi tiga kategori, yakni fasilitas fisik pendukung TIK kampus, infrastruktur TIK seperti jaringan transmisi, serta segmen atau klaster komputer di kampus.

Fasilitas fisik pendukung meliputi fasilitas komputer di lingkungan kampus; tidak hanya yang dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas, laboratorium, dan pusat komputer, tetapi juga yang dipakai dalam kegiatan administrasi kampus.

Infrastruktur TIK yang dinilai adalah kumpulan jejaring transmisi melalui darat (teristerial), laut (kabel), atau udara (wireless) yang menghubungkan unit atau berbagai bagian kampus. Secara garis besar, infrastruktur ini dibagi menjadi intranet, internet, dan ekstranet.

Segmen atau kluster komputer untuk kegiatan belajar mengajar dilihat dari keberadaan pusat komputer, laboratorium, warnet, maupun penunjang operasional seperti data center, ruang server, dan help desk.

Secara umum, dimensi infrastruktur teknologi terdiri atas Koneksi Jaringan, Kanal Akses dan Perangkat Keras, Piranti Lunak Sistem, Gudang Data, serta Pusat Kendali.

Dimensi Profil Pemangku Kepentingan terdiri atas empat konstituen yaitu Dosen dan Peneliti, Mahasiswa, Unsur Pemilik/Pimpinan dan pihak pengambil keputusan dalam institusi perguruan tinggi, serta Manajemen, staf dan karyawan perguruan tinggi.

Ragam Pemanfaatan dan Aplikasi pendukung operasional kampus meliputi sistem software. Yang dinilai dari dimensi ini adalah piranti program sistem operasi komputer stand alone maupun jaringan, applikasi piranti lunak terkait penyelenggaran manajemen pendidikan untuk kegiatan belajar mengajar (application software), serta modul-modul program tambahan (tools software) dalam kegiatan perguruan tinggi misalnya membuat laporan, menganalisa database, pengadaaan aset, dan sebagainya.

Enam sub-dimensi yang termasuk dimensi ragam pemanfaatan dan aplikasi adalah Referensi Sumber Informasi dan Pengetahuan, Alat Bantu dan Media Belajar-Mengajar, Model Pembelajaran Virtual dan Mandiri, Otomatisasi Administrasi dan Operasional Kampus, Piranti Komunikasi, Kolaborasi, dan Koordinasi, serta Sistem Pelaporan dan Pengambilan Keputusan.

Strategi Pendidikan Nasional yang diterapkan setiap kampus harus selaras dengan kebijakan pemerintah. Dimensi ini terdiri atas Implementasi E-Learning, Berbagi Sumber Daya, Pendidikan Terbuka, Pangkalan Data Terpadu, serta Jejaring Internasional.

Dimensi Dampak dan Manfaat Penerapan Teknologi terdiri atas lima komponen yakni Peningkatan Kualitas, Efektivitas dan Efisiensi, Transparansi Manajemen, Utilisasi Sumber Daya, serta Transformasi Organisasi.

Penilaian pada dimensi ini memperhatikan dua jenis manfaat TIK bagi perguruan tinggi, yaitu yang langsung maupun tidak langsung dirasakan oleh civitas academica dalam kegiatan belajar mengajar maupun Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Manfaat utama yang dirasakan langsung di antaranya peningkatan kualitas pembelajaran, pemberdayaan dosen dan staf akademik, pengelolaan sumber daya intelektual dan pengetahuan, pendukung pelaksanaan penelitian dan pengembangan, serta pengembangan inovasi pedidikan tinggi.

Manfaat yang bersifat pendukung misalnya otomatisasi proses operasional dan administrasi, optimalisasi sumber daya, pendukung pengambilan keputusan, media komunikasi dan koordinasi, serta penjalin kolaborasi dengan mitra strategis perguruan tinggi

Dimensi terakhir adalah Komunitas Eksternal, yakni elemen pendukung dalam kegiatan operasional perguruan tinggi. Dimensi ini meliputi unsur Pemerintah, Industri, Masyarakat, Akademisi, dan Pemilik. | okezone

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: