Skip to content

Kisah Inspirasi Dari Seorang Pemuda Aceh : “Kalau dulu aku tidak berani bermimpi, mungkin…”

11 December, 2012

Image

Oleh Rifki Furqan

Rabu minggu lalu, siang-siang begini aku baru nyampe di Polonia. Kamis pagi minggu kemarin aku menulis tentang perjalanan lintas benuaku untuk kesekian kali. Ah, kalau dulu aku tidak berani bermimpi, mungkin semua ini tak akan pernah terjadi.

Barusan tadi, aku bertemu dengan kedua supervisorku. Kebetulan supervisorku yang dari Oldenburg datang dan memang bertemu dengan supervisorku di Groningen. Jadilah tadi kesempatan paling baik buatku melaporkan perkembangan Thesis.

Kurang lebih sebulan berada di Aceh terkait Thesis kemarin, sebenarnya tidak banyak hal akademik terkait Thesis yang aku lakukan. Namun tadi, aku berbicara pada mereka seakan-akan aku melakukan hal-hal fantastis.

Aku mengerti sekarang, mereka menilai bukan pada apa yang aku dapatkan, tapi apa yang akan aku lakukan kedepan. Aku memang tidak mendapatkan data yang cukup untuk menulis Thesis dengan lengkap. Tapi tadi, sepertinya aku berhasil meyakinkan mereka tentang apa yang akan aku hasilkan nanti.

Aku tidak terlalu percaya terhadap budaya basa-basi di Eropa ini. Jadi ketika tadi diakhir diskusi supervisorku mengatakan “something good will happen in your Thesis, I do like your idea” aku langsung terdiam sejenak untuk mengontrol diri.

“thank you very much Prof” balasku ketika beliau mengatakan “This is definitely your entry point if you want to continue”. Sebelumnya aku mengatakan bahwa sekarang ini sedang ada beasiswa dari pemerintah RI untuk melanjutkan PhD di Jerman.

Ah, mungkin kalau dulu aku tidak berani bermimpi, aku tak akan pernah merasakan rasa syukur luar biasa seperti sekarang ini.

Akhir pekan lalu aku ikut diundang dalam workshop sebuah program pemerintah Jerman untuk memulangkan lulusan Jerman agar bisa berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Kita tak tau rejeki akan datang dari mana kawan, tapi ketika malam itu, saat aku bergabung di tengah diskusi dengan rekan lain dan seorang Professor sekaligus Integrated Expert di Indonesia, sebuah peluang untuk masa depan lagi-lagi muncul. Mengetahui tentang bidang kepakaranku, tampak sangat jelas peluangku berkontribusi di daerah asal dengan pendapatan yang cukup baik menjadi sangat terbuka.

Aku yakin, seperti dulu, ke depan pun aku akan berhadapan dengan pilihan-pilihan yang menentukan. Dan kalau aku dulu tidak berani bermimpi sekolah keluar negeri, ini semua tak akan ada.

Kalau dulu aku memutuskan tidak serius mengurus semua berkas aplikasi beasiswa karena sudah nyaman memakai seragam salah satu Kementrian, aku tak akan punya kesempatan keliling Eropa. Benar juga bahwa mungkin saja jika aku bertahan disana, aku sudah berkeliling Indonesia seperti rekan kantorku lainnya.

Aku percaya bahwa kebahagiaan sesungguhnya ada pada keikhlasan berbagi. Justru aku setuju bahwa kesedihan yang utama adalah ketika kita bahagia kita tak tau harus berbagi kebahagiaan itu kemana atau kepada siapa.

Sudahlah, aku harus benar-benar disiplin memegang target mimpi-mimpi terkini. Melakukan presentasi memukau 21 Juni nanti, menulis master Thesis yang akan menjadi entry point melanjutkan PhD, atau memanfaatkan peluang berkontribusi yang cukup terbuka sambil menyusun rencana hidup dan menyempurnakan agama nanti!

Sementara besok malam, perjalananku menuju puncak tertinggi di pegunungan Alpen wilayah Prancis akan segera dimulai…

Groningen, den 06.06.12, 13.50 ECT

No comments yet

Tinggalkan komentar Anda disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: