North Aceh Air Hari Ini Tinggal Landas

16 May 2008

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, memastikan operasional perdana penerbangan North Aceh Air (NAA) tinggal landas pada hari Jum’at (14/5). Prosesi kegiatan itu direncanakan akan berlangsung di Bandara Malikussaleh Aceh Utara.

“Penerbangan perdana PT NAA akan membawa penumpang 83 orang. Ini adalah hari bersejarah bagi kita, karena bisa memilki pesawat sendiri sebagai sarana transportasi cepat,“ kata Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Azhari Hasan, SH, kepada Harian Aceh, Rabu (14/5).

Read the rest of this entry »


Beasiswa 10 Miliar

15 May 2008

Pemerintah mengalokasikan dana senilai Rp 10 miliar untuk 2.000 calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik bagus tetapi berasal dari keluarga tidak mampu. Undangan untuk menjaring calon mahasiswa yang berpotensi akademik tetapi miskin itu disebar ke 3.000 SMA di seluruh Indonesia.

”Setiap calon mahasiswa diberi Rp 5 juta, setidaknya aman untuk biaya kuliah pada tahun pertama. Selanjutnya, mereka bisa mendapat beasiswa saat sudah kuliah yang disediakan pemerintah khusus untuk mahasiswa yang tidak mampu,” kata Fasli Jalal, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, di Jakarta, Selasa (13/5).

Menurut Fasli, sebanyak 2.000 mahasiswa baru penerima beasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) itu dijaring dari 16.000 lulusan SMA yang mengikuti seleksi nasional masuk PTN (SNMPTN).

Beasiswa mengikuti ujian SNMPTN yang diberikan untuk calon mahasiswa berpotensi akademik baik tetapi tidak mampu itu meliputi pembelian formulir pendaftaran hingga biaya transportasi dan pemondokan selama ujian.

Read the rest of this entry »


Mahasiswa Lemhanas AS ke Aceh

14 May 2008

Mahasiswa Lemhanas dari Amerika Serikat yang bertemu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, mempertanyakan berbagai masalah tentang situasi dan kondisi daerah Aceh setelah terjadi bencana tsunami dan perdamaian.

“Mereka menanyakan beberapa hal termasuk tentang masih abadinya perdamaian di Aceh,” ujar Gubernur Irwandi Yusuf kepada wartawan usai menerima kunjungan 13 mahasiswa Lemhanas dari AS tersebut, Selasa (13/5) sore di ruang rapat gubernur, Banda Aceh.

Para mahasiswa Lemhanasnya Amerika Serikat sedang menempuh pendidikan 10 bulan di negaranya. Di akhir studinya mereka melakukan studi tour ke Indonesia dan memfokuskan kunjungan ke Provinsi Aceh di Indonesia.

“Mereka memfokuskan ke Aceh karena dianggap daerah unik, daerah yang ditimpa bencana tsunami yang dahsyat serta konflik yang berakhir dengan perdamaian,” ujar Irwandi didampingi Sekdaprov, Husni Bahri TOB serta Karo Hukum dan Humas, A. Hamid Zein.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Irwandi menyampaikan beberapa hal yang dihadapi Aceh pasca bencana dan perdamaian. “Di bidang ekonomi karena daerah baru selesai konflik sehingga investor yang tinggal hanya agribisnis dan tambang,” katanya.

Usai pertemuan, Michael R. Rousek, Consulate of the United States of America Political and Economic Officer menyerahkan plakat sebagai cendramata kepada Gubernur Irwandi Yusuf. Sebaliknya gubernur juga menyerahkan plakat Pinto Aceh kepada Rousek.[waspada]


Ujian Masuk Bersama (UMB) 2008

13 May 2008

Tak bisa dielakkan lagi, perkumpulan dari berbagai PTN di beberapa daerah di Indonesia akhirnya membuka sisitem penerimaan mahasiswa baru yang diberi nama dengan Ujian Masuk Bersama (UMB).

Dari berbagai media yang memuat berita ini, adapun PTN yang tergabung dalam UMB adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Read the rest of this entry »


Pendaftaran PPKB UI 2008

12 May 2008

Banyaknya siswa-siswi di Indonesia yang ingin mengetahui tentang alur penerimaan PPKB UI tahun 2008, maka dengan ini SAMAN UI ikut berpartisipasi dalam memberikan dan menyebarluaskan informasi ini demi keterbukaan.

Adapun yang akan kami lampirkan disini menyangkut dengan persyaratan, tata cara, dan jadual pendaftaran. Berikut ini merupakan lampirkan atas informasi tersebut dan silakan di unduh (download).


Semalam Bersama UKA ITB

12 May 2008

SAMAN UI & UKA ITB

Hari menjelang siang, terik matahari kian menyengat di terminal Luwi Panjang. Perjalanan menuju Ciembeuleut akhirnya berakhir di gerbang belakang kampus ITB. Sambutan dari syedara-syedara UKA ITB memberikan udara segar setelah dua jam perjalanan dari Depok ke Bandung.

Terpampang di sebuah pengumuman bahwa UKA ITB kedatangan tamu di SAMAN UI, ternyata tak disangka begitu sederhana persiapan yang diberikan oleh UKA memberikan sebuah semangat yang luar biasa bagi SAMAN UI dalam penjamuan tersebut. Mahasiswa Aceh di ITB ternyata cukup banyak dan tidak seberapa bila dibandingkan dengan mahasiswa Aceh di UI yang kini aktif di SAMAN UI.

Read the rest of this entry »


Pers Bisa Wujudkan Perdamaian Abadi Aceh

9 May 2008

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengungkapkan, pers adalah salah satu pihak yang dapat dipercaya untuk mewujudkan proses perdamaian di Aceh. Kalangan pers selama ini telah begitu konsen membantu dan memberikan kontribusi nyata dalam proses menuju Aceh damai abadi.

Seperti halnya pemerintah, pers juga mempunyai tugas melayani masyarakat, namun dengan cara dan media yang berbeda. Bedanya dalam berkomunikasi, menyampaikan informasi, pesan, maupun kebijakan, pemerintah dapat menggunakan cara langsung seperti kunjungan, rapat, serasehan dan seminar.

Namun terkadang ada juga yang dilakukan secara tidak langsung, seperti melalui media massa, berita atau iklan di surat kabar, radio, televisi, internet dan media luar ruang, spanduk, umbul-umbul dan banner.

“Sedangkan pers dalam menyampaikan berita dan informasi kepada khalayak, lewat medianya masing-masing, baik dalam bentuk tulisan, suara maupun gambar,” ujar Gubernur melalui Asisten I Bidang Pemerintahan, Marthin Deski saat launching Pantau Aceh di sebuah hotel berbintang di Banda Aceh, Kamis (8/5).

Dikatakan, sebagai mitra yang mempunyai tujuan sama yaitu melayani informasi kepada masyarakat, pemerintah membutuhkan pers sebagai jembatan untuk bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Sebaliknya, pers juga membutuhkan pemerintah sebagai sumber/nara sumber berita. Membangun komunikasi dan kemitraan di antara keduanya tentu diharapkan dapat berjalan dengan baik.

Selain sebagai mitra yang mendukung proses pembangunan, pemerintah Aceh mengharapkan media dan masyarakat pers mampu memberikan masukan dan kontribusi pemikiran bagaimana agar Aceh kembali dapat bangkit menjadi lebih baik pada masa mendatang.

Apalagi perhatian masyarakat dunia yang begitu besar terhadap pelaksanaan rehab-rekon wilayah dan masyarakat Aceh pasca tsunami, hendaknya harus disahuti oleh semua komponen termasuk kalangan pers di Aceh dalam koridor pers damai yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik damai.

Bahkan arus pemberitaan yang disampaikan pers, ujar gubernur harus mengacu kepada konsep dan kebijakan yang mampu membangkitkan nila-nilai optimisme akan kecemerlangan masyarakat Aceh di masa depan.

“Oleh karena itu, saya mengharapkan kita semua terutama kepada insan pers sebagai mitra kerja Pemerintah Aceh untuk bahu-membahu, merapatkan barisan dan memperkuat posisi dalam mencari, mengolah dan menyampaikan informasi kepada masyarakat kita,” ujar gubernur.

Di samping itu, pers juga harus mampu mendukung berbagai program pemerintah baik yang dicanangkan untuk kepentingan masyarakat. Sebagai lembaga sosial kontrol, pemerintah memaklumi bahwa pers harus berani dan tegas serta bertanggung jawab dalam memberitakan dan mengaktualisasi berbagai fakta.

Penuh Sensasi
Akan tetapi itu semua, tidak merugikan pihak-pihak tertentu akibat arus pemberitaan yang penuh sensasi, tidak mendasar, mencampuradukkan opini dengan fakta, dan berbagai tindakan pemberitaan lainnya yang kurang profesional.

“Masyarakat kita yang semakin cerdas akan dapat menyaring berbagai informasi dengan jernih dan benar,” ujarnya.

Gubernur juga menyayangkan, selama konflik berlangsung posisi pers di Aceh juga sedikit tidak nyaman. Belasan armada pers dibajak dan dibakar, aksi-aksi pengeboman kediaman rumah wartawan, belum lagi korban fisik dan teror mental.

Sejumlah wartawan pun ikut menjadi korban tewas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sekarang perdamaian telah menjadi hak milik rakyat Aceh. Gubernur mengajak masyarakat pers dapat memposisikan diri sebagai pelopor jurnalistik “peace” atau jurnalistik damai.

Pers harus berperan mensosialisasikan nota kesepakatan damai antara Pemerintah RI dan GAM. Apalagi Aceh pasca tsunami banyak pembangunan dan bantuan dana/anggaran guna rehab-rekon Aceh.

Di sinilah dibutuhkan peran kontrol sosial di luar birokrasi pemerintah yang dilakukan oleh masyarakat pers agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran dan kewenangan pejabat pelaksana kegiatan.[analisa]


Aksi FMN Tolak Kenaikan BOP UI

7 May 2008

Rabu (6/7) pagi kampus UI sudah ditebarkan dengan isu aksi, di pelataran stasiun kereta UI terdapat beberapa kotak hitam yang disusun oleh beberapa mahasiswa. Gerangan apa yang terjadi?, pagi itu belum kelihatan.

Tepat pada jam 11.30 WIB, segerombolan mahasiswa yang menamakan diri dengan Forum Mahasiswa Nusantara (FMN) yang (merupakan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dari mulai Aceh, Purworejo, Banten, Surabaya, Maluku, CIlacap hingga Papua - Monitor Depok) melakukan aksi dengan menolak serta memprotes kebijakan UI dalam masalah BOP tahun 2008 ini. Aksi yang diwarnai saling kejar mengejar dengan para satgas pengaman kampus (satpam) ini juga terjadi adegan pukul-pukulan.

Dari berbagai media yang memuat berita tersebut sampai di beberapa stasiun televisi juga terlihat aksi-aksi kekerasan tersebut. Para mahasiswa yang tergabung dalam FMN sempat menduduki bundaran psikologi UI dengan menanggalkan jaket kuning (jakun) pada tugu makara yang terdapat di tengah taman.

Dalam berbagai bentuk tulisan dan spanduk mereka menuliskan: Tolak Penyesuaian (Kenaikan) BOP; Tuntut Transparansi Kebijakan Rektorat; Tuntut Reorientasi Kerja BEM UI, Jangan Jadi Kacung Rektorat.

Aksi demo yang digencarkan oleh FMN ini sebelumnya tidak mendapat izin dan pemberitahuan kepada pihak kampus. Sehingga berbuah kericuhan yang sepatutnya tidak perlu terjadi. Dalam kesempatan yang sama juga para pendemo berhasil berdialog dengan Arman Nefi, Kepala Sub Direktorat Kegiatan Penalaran, K2N dan Pengembangan Soft Skill dari Direktorat Kemahasiswaan UI.

Dari hasil dialog tersebut, terlihat bahwa para mahasiswa belum memahami betul draf secara detil tentang pemberlakuan kenaikan BOP ini dengan prinsip subsidi silang, dimana antara mahasiswa yang berekonomi rendah harus melewati proses demi proses untuk membiayai sesuai dengan kesanggupannya.

Klarifikasi

Kami atas nama Silaturrahmi Mahasiswa Nanggroe Aceh Darussalam Universitas Indonesia (SAMAN UI) tidak tergabung dalam forum tersebut, mohon kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab tidak melakukan aksi claim terhadap simpul-simpul daerah yang berada di UI. Ini bisa membuat citra dan komunitas lainnya terpuruk karena aksi-aksi diluar tanggung jawab pihak tersebut.

Sumber lainnya:
- Liputan6
- Monitor Depok
- Kompas


Unicef Dukung Perdamaian Aceh Lewat Komik

6 May 2008

Badan PBB yang menangani masalah anak (Unicef) memberikan dukungan pada proses perdamaian di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) lewat komik dan buku mengenai akidah akhlak.

“Kami memberikan dukungan dengan `peace education` (pendidikan tentang perdamaian) untuk mendukung proses perdamaian di Aceh,” kata asisten project unit perlindungan anak kantor Unicef Banda Aceh, Maki Noda di Banda Aceh, Senin.

Sejak 2007, Unicef telah mengeluarkan sejumlah komik berbagai judul yang isinya mengenai keanekaragaman suku dan kehidupan sehari-hari anak yang berbeda suku dan agama.

Dengan komik diharapkan anak-anak lebih mudah menangkap arti dan maksud cerita tersebut sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Komik yang dibuat oleh komikus Jepang bekerja sama dengan penulis lokal itu tahun ini akan direvisi dengan mengubah kontennya (isinya) menjadi lebih spesifik keacehannnya.[antara]


Ujian Nasional Sebatas Formalitaskah?

5 May 2008

Oleh : Aulia Fitri*

Dalam tiga hari masa depan di uji, dalam tiga hari semua memori harus dibongkar dan inikah namanya standarisasi dari pendidikan Indonesia selama ini?. Semua pertanyaan seperti ini layaknya iklan yang bermunculan di media massa atau elektronik. Hampir semua media mengangkat isu pendidikan Indonesia yang makin bobrok dari zaman ke zaman.

Banyaknya diskusi sampai ke telinga wakil rakyat ternyata tidak cukup, bahkan aksi layaknya para demonstran kini para siswa juga harus merasakan hal tersebut. Tolak UN!, hapuskan UN! dan masih banyak slogan lainnya yang ikut mewarnai ketika UN di Indonesia sedikit diubah dari yang biasanya seperti tahun yang lalu.

Read the rest of this entry »